09/11/2017
INDIVIDU
PENUH BERKAH
Berusalah menjadi individu penuh berkah. Dengan menjadi orang taat, penuh kebaikan, penuh sunnah hidupnya, bagus amalan-amalan wajibnya, keren nawaitunya, selalu. Ga ada kepengen buruknya, kepengen jahatnya. Senantiasa berbagi. Senantiasa positif. Senantiasa baik.
Kalo dah berkah, dan berkah itu luber, maka netes buat yang lain. Ketebar dan nyebar keberkahannya. Keren banget. Bukan sebaliknya. Yang ketebar dan nyebar, kesialannya. Maaf.
Pernah ga kawan-kawan perhatikan… Ada orang yang datang, ke warung yang sepi. Dari pagi buka. Sampe sore. Sepi. Eh begitu orang tersebut datang. Ngelongok. Duduk. Mesan. Seketika warung rame.
Itu bisa jadi orang yang diberkahi. Begitu kemas**an orang itu, warung rame. Ketepaan, kalo kata orang Betawi, keberkahannya. Ketempelan
Atau belanja.
Kita s**a ga mikirin soal keberkahan.
Saya mikirin. Sebab berkah itu, penting. Kosa kata “berkah” dan keberkahan, ada di posisi ayat-ayat yang penting. Di ayat Isra Mi’raj misalnya. Allah Bilang, alladzii baaroknaa hawlahuu. Di sekitar Rasul Isra Mi’raj, diberkahi. Palestina, diberkahi. Buah-buahan di sana, sama sayur, gede-gede, panjang-panjang, manis-manis, ga normal.
Loh, Palestina, bukannya perang mulu? Hehehe. Kita, kasian. Mereka merasa, berkah. Kesempatan jihad beneran, riil. Kesempatan syahid, besar. Ada seorang ibu, yang anaknya 7. Satu per satu syahid. Sampe akhirnya ibu itu bahagia. Hehehe. Ga lazim emang ukuran bahagianya. So, buat mereka, itu berkah. Biasanya, orang-orang di tempat yang terjadi peperangan, eksodus. Mereka engga. Bertahan. Perlawanan mereka disebutnya intifadah. Istiilahnya, ampe bosen dah musuh nyerang. 7 anak wafat sebab syahid, 70 anak lahir. Kayak ga ada abisnya. Di sana luar biasanya, di saat perang, ya gelombang anak-anak penghafal Qur’an, 30juz, dari sisi perbandingan jumlah, jauh melampaui Indonesia yang dalam kondisi ga perang, nyaman, tenang.
Bila Saudara mau jajal. Di usaha Saudara. Coba aja. Misal. Karyawan-karyawan Saudara, suruh kerja dalam keadaan wudhu. Jaga shalat fardhu. Doa dan mendoakan pelanggan. Jangan pada ngeghibah di kantor, jangan pada busuk dan buruk hatinya. Coba perhatikan keberkahannya. Beda!!
com