16/01/2022
Galeri kok di Mall? Dalam medan seni rupa Bali, bukan sebuah hal yang baru dan tabu apabila aktivitas apresiasi karya seni atau penggelaran sebuah pameran terjadi di ruang-ruang pamer non-konvensional, seperti artshop, ruang-ruang inisiatif, kontrakan/ kamar kost, bale banjar, persawahan, cafe, restoran, hotel, lorong-lorong Mall, hingga ruang publik lainnya yang selanjutnya lebih sering dilabeli ruang alternatif—ruang yang konvensi awalnya tidak dimaksudkan dan difungsikan untuk menyajikan karya-karya seni. Dalam praktiknya, aktivasi ruang alternatif yang lahir dari kesepakatan bersama antara pemilik ruang (pemodal) dan pembutuh ruang (kurator, seniman/kolektif, art management, dan sebagainya) ini adalah sebentuk strategi untuk mengakali terbatasnya akses terhadap galeri konvensional itu sendiri. Seiring waktu, ruang-ruang alternatif ini menjadi lebih diminati oleh para pelaku seni karena sifat keterbukaannya. Inilah yang secara tidak langsung menjadi karakteristik dari ruang-ruang pamer di Bali hari ini.
#2022