08/03/2026
Secara historis, Iran (dulu Persia) tidak menjajah negara lain dalam konteks kolonialisme Eropa. Sebagai kekaisaran kuno (Achaemenid, Parthia, Sasanian), Iran mendominasi Asia Barat selama berabad-abad. Dalam sejarah modern, Iran lebih dikenal karena pengaruh proksi (Suriah, Lebanon, Irak, Yaman) daripada penaklukan wilayah secara langsung.
Berikut adalah poin-poin penting terkait sejarah wilayah Iran:
Kekaisaran Kuno: Persia di bawah dinasti Achaemenid, Parthia, dan Sasanian adalah pusat kekaisaran besar yang mencakup wilayah Asia Barat, Tengah, dan Selatan.
Kehilangan Wilayah: Iran justru sering kehilangan wilayah, seperti dalam Perjanjian Gulistan (1813) dan Turkmanchai (1828) di mana Persia menyerahkan wilayah Kaukasus kepada Rusia.
Intervensi Asing: Selama PD II, Inggris dan Soviet menginvasi dan menduduki sebagian wilayah Iran.
Pengaruh Modern: Saat ini, Iran membangun pengaruh geopolitik dan militer di Suriah, Lebanon, Irak, dan Yaman melalui aliansi ideologis dan militer, bukan pendudukan kolonial.
Singkatnya, Iran lebih sering menjadi pusat kekuatan regional (Kekaisaran Persia) yang diserang atau memengaruhi kawasan, daripada bertindak sebagai penjajah negara-negara modern.
Iran adalah pusat peradaban, Barat ingin mengambil alihnya dan Timur sedang mempertahankan jangan sampai Persia dan Babilonia ini ditake over Barat. Siapa Blok Timur? . Intinya Iran tidak pernah menjajah, Iran hanya digunakan sebagai kekuatan politik. Barangsiapa menguasai Iran, dialah nantinya yang menguasai peradaban.. wal hasil menurut hadist Dajjal akan muncul dari sini. cek.. cek.... Dia akan muncul antara Syam dan Irak. Demikian..