17/09/2026
Pekerja Indonesia di Jepang Meningkat Pesat, Menantang Dominasi Vietnam
Vietnam selama ini dikenal sebagai negara dengan jumlah pekerja asing terbesar di Jepang. Namun, jumlah pekerja asal Indonesia terus meningkat dengan cepat dan mulai mempersempit jarak dengan Vietnam.
Menurut data terbaru, jumlah pekerja asal Vietnam di Jepang mencapai sekitar 605.906 orang, atau sekitar seperempat dari seluruh pekerja asing di Jepang, sehingga menempati posisi teratas.
Sementara itu, jumlah warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang mencapai sekitar 266.069 orang pada akhir 2025. Lebih dari 220.000 orang di antaranya memiliki visa untuk bekerja. Jumlah tersebut meningkat sekitar 33% dibandingkan tahun sebelumnya dan telah meningkat lebih dari 7 kali lipat dalam 10 tahun terakhir.
Bagi warga Indonesia, Jepang merupakan negara tujuan kerja terbesar keempat setelah Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia.
Pemerintah Indonesia juga menunjukkan ambisi untuk meningkatkan jumlah pekerja Indonesia di Jepang. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Afriansyah Noor, menyebutkan target pengiriman pekerja Indonesia ke Jepang mencapai sekitar 400.000 orang pada 2030, dengan target jangka panjang mencapai 600.000 orang.
Dengan jumlah tersebut, Indonesia ingin berdiri sejajar dengan Vietnam sebagai salah satu negara pemasok tenaga kerja asing terbesar ke Jepang, bahkan memiliki target untuk menjadi negara dengan jumlah pekerja terbanyak di Jepang.
Populasi besar dan kekurangan tenaga kerja di Jepang menjadi peluang
Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, sehingga memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat besar.
Di sisi lain, Jepang menghadapi kekurangan tenaga kerja yang serius di berbagai sektor. Rasio kebutuhan tenaga kerja terhadap pencari kerja tercatat sekitar 5,46 kali lipat di sektor otomotif dan sekitar 3 kali lipat di bidang keperawatan dan perawatan lansia.
Melihat kondisi tersebut, Indonesia mulai memfokuskan strategi pengiriman tenaga kerja ke Jepang pada sektor-sektor yang mengalami kekurangan tenaga kerja, terutama perawatan kendaraan serta keperawatan dan perawatan lansia.
Selain meningkatkan jumlah tenaga kerja, Indonesia juga berupaya meningkatkan kemampuan bahasa Jepang para calon pekerja. Salah satu targetnya adalah agar pekerja dapat mencapai kemampuan bahasa Jepang setara N3 sebelum berangkat ke Jepang, jauh di atas persyaratan minimum N5 dalam sistem Ikusei Shuro (Program Pelatihan Kerja).
Persaingan dengan Vietnam semakin ketat
Saat ini, jumlah pekerja asal Vietnam di Jepang telah mencapai lebih dari 600.000 orang. Pekerja Vietnam juga dikenal memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat serta keterampilan kerja yang baik.
Namun, dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar, peningkatan pelatihan, serta kemampuan bahasa Jepang yang semakin baik, kehadiran pekerja Indonesia berpotensi membuat persaingan dalam perekrutan tenaga kerja asing di Jepang menjadi semakin ketat.
Persaingan antara Indonesia dan Vietnam dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja Jepang diperkirakan akan menjadi salah satu perkembangan penting dalam pasar tenaga kerja asing Jepang di masa mendatang.