Itulah seninya.
* Umumnya seniman flash fiction berfokus pada esensi cerita, menyorot subjek yang berada didepan, dan menyimpan latar belakang hanya dalam pikiran (tidak menuangkannya dalam cerita).
* Karena keterbatasan kata, maka diksi (pilihan kata) harus kuat, menggunakan kata kerja aktif dan menghindari kata sifat & keterangan – rumus yang juga berlaku pada cerpen & novel -. Pastikan thesau
rus ada didekat anda.
* Tak ada tempat buat deskripsi setting maupun karakter yang panjang dalam flash fiction.
* Memaksimalkan pemakaian tanda baca, seperti tanda seru “!” atau tanda tanya “?” untuk menegaskan emosi dalam dialog ketimbang menggunakan tags “ ….katanya marah”, atau “ ….katanya menyelidiki”.
* Ruang untuk karakter hanya muat untuk 2 atau maksimal 3 tokoh. * Konflik tidak harus pertarungan antara penjahat versus pahlawan, tapi bisa berupa perbedaan pendapat/ketegangan, dan..
* Mengandalkan dialog untuk menggambarkan karakter dan konflik.
* Mengedit dengan kejam; membuang semua kata-kata lemah yang tidak penting (utamanya kata keterangan)
* Resolusi harus berakhir mengejutkan namun mudah dimengerti oleh pembaca kenapa akhir seperti itu terjadi.
* Fokus hanya pada 1 tema terbatas, sempit dan tidak melebar. Kekuatan utama flash fiction terletak pada tema (pesan/moral cerita). Tanpa tema, sebuah flash fiction boleh dikatakan gagal.