Cerita Seratus Kata

Cerita Seratus Kata ini adalah cerita 100 kata..tentang aku, kau, dia, kita, dan mereka. Bagaimana caranya merangkum semua elemen itu dalam 100 kata ?

Itulah seninya.

* Umumnya seniman flash fiction berfokus pada esensi cerita, menyorot subjek yang berada didepan, dan menyimpan latar belakang hanya dalam pikiran (tidak menuangkannya dalam cerita).
* Karena keterbatasan kata, maka diksi (pilihan kata) harus kuat, menggunakan kata kerja aktif dan menghindari kata sifat & keterangan – rumus yang juga berlaku pada cerpen & novel -. Pastikan thesau

rus ada didekat anda.
* Tak ada tempat buat deskripsi setting maupun karakter yang panjang dalam flash fiction.
* Memaksimalkan pemakaian tanda baca, seperti tanda seru “!” atau tanda tanya “?” untuk menegaskan emosi dalam dialog ketimbang menggunakan tags “ ….katanya marah”, atau “ ….katanya menyelidiki”.
* Ruang untuk karakter hanya muat untuk 2 atau maksimal 3 tokoh. * Konflik tidak harus pertarungan antara penjahat versus pahlawan, tapi bisa berupa perbedaan pendapat/ketegangan, dan..
* Mengandalkan dialog untuk menggambarkan karakter dan konflik.
* Mengedit dengan kejam; membuang semua kata-kata lemah yang tidak penting (utamanya kata keterangan)
* Resolusi harus berakhir mengejutkan namun mudah dimengerti oleh pembaca kenapa akhir seperti itu terjadi.
* Fokus hanya pada 1 tema terbatas, sempit dan tidak melebar. Kekuatan utama flash fiction terletak pada tema (pesan/moral cerita). Tanpa tema, sebuah flash fiction boleh dikatakan gagal. 

Address

Surakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cerita Seratus Kata posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share