18/01/2021
Alkisah seorang Hartawan memiliki lahan perkebunan yang banyak. Agar lahannya tdk menjadi sia-sia, dia memberi kesempatan kepada para penduduk desa utk menggarap lahannya. Penduduk desa tdk perlu membayar sewa, hny saja jika sdh ada panen, mereka diminta memberikan 10% dr hsl panen kpd sang hartawan. Bnyk penduduk desa menyambut hal ini dgn gembira, termasuk sekelompok pemuda yg selama ini menganggur.
Singkat cerita sang hartawan membagi-bagi lahannya kpd bbrp kelompok org utk digarap. Lalu lewatlah satu musim dan sudah saatnya panen. Para pekerja lahan mulai berdatangan dan menyerahkan hasil mereka sesuai perjanjian. Namun ada 1 kelompok yg tdk datang. Ya itu adl kelompok pemuda pengangguran.
Sang hartawan mulanya tdk berpikiran buruk, dia mengira mgkn mrk lupa krn tll sibuk bekerja. Maka dia menyuruh anak buahnya utk dtg kpd kelompok tsb. Tp ketika dtg anak buah hartawan itu dikeroyok & dilempari batu. Org bnyk mulai curiga, apakah mrk mjd serakah & tdk mau bagi hasil sesuai perjanjian. Lalu akhirnya para pekerja lain bersama hartawan itu datang beramai-ramai kesana.
Tidak spt yg mrk duga, bukannya bnyk hasil hingga enggan dibagi, ternyata lahan itu kering kerontang. Selama ini tdk digarap & para pemuda itu hny bermalas2 an. Hal inilah yg membuat para pemuda itu menjadi lebih ganas ketika ditagih. Mrk bukannya mjd serakah, tp mrk tdk siap bertanggung jawab.
Demikianlah dlm hidup ini kawanku. Srg kali kita menjadi pemarah, pembenci, culas & iri hati, karena kita tdk siap bertanggung jawab. Kita tdk mengerjakan bagian kita dgn baik, shg ketika ditanya kita malah menjadi marah. Hentikan hal itu teman. Berhentilah menyakiti org lain krn kau malas mengerjakan tanggung jawabmu. Sebab mau tdk mau akan ada waktunya kau membayar utk hal itu.