29/06/2026
Vanili
Vanili tumbuh pada daerah (Zone) antara 100° Lintang Utara (LU) dan 200° Lintang Selatan (LS). Sebagai informasi bahwa Indonesia terletak antara 50° LU 100°LS, sehingga Indonesia sangat potensial menjadi daerah pengembangan tanaman vanili yang baik.
Unsur-unsur iklim yang banyak mempengaruhi budidaya tanaman vanili adalah elevasi (tinggi tempat), temperatur, tipe curah hujan dan kelembaban udara.
Temperatur rata-rata di Indonesia pada ketinggian permukaan laut adalah 26° C dan turun 0,6° C setiap naik 100 m. Vanili dapat ditanam pada dataran rendah sampai elevasi 700 m, bahkan di daerah asalnya Mexico dapat sampai pada elevasi 2000 m.
Elevasi yang optimal adalah antara 400-700 m dengan temperatur rata-rata tahunan 22°C-25°C. Batas temperatur tertinggi 38°C dan temperatur terendah 9°C.
Curah Hujan dan Kelembaban
Pembagian curah hujan lebih penting daripada jumlahnya per tahun. Vanili memerlukan masa agak kering 3 bulan untuk proses pemasakan buah dan mempertinggi mutunya. Periode hujan selama 8-10 bulan diperlukan untuk pertumbuhan tanaman dan pembentukan buah. Di Indonesia, curah hujan optimal untuk vanili adalah 2000-3000 mm per tahun dengan kelembaban 60 - 80%.
Tanah dan Lokasi
Pemilihan tanah untuk usaha budidaya tanaman vanili haruslah tanah yang banyak mengandung humus(mulch). Hal ini disebabkan karena akar-akar tanaman vanili tumbuh relatif dangkal, sehingga sangat peka terhadap keadaan lapisan-lapisan tanah paling atas. Oleh karena itu hendaknya diusahakan agar kadar humus tetap diperhatikan.
Tanaman vanili menghendaki struktur tanah yang baik. Tanah harus bersifat porous (mudah menyerap air) dan gembur sehingga mudah ditembus akar-akar tanaman.
Tanaman vanili memerlukan unsur Ca (Calcium) yang jumlahnya relatif banyak, sehingga dalam usaha mencari tanah untuk penanaman vanili, keadaan unsur Ca perlu dipertimbangkan.
Keadaan pH tanah yang dikehendaki tanaman vanili adalah antara 6-7. Tanah-tanah yang terbaik untuk tanaman vanili adalah tanah yang berasal dari bahan batu kapur dengan pH 6-7. Kondisi pH tanah antara 6-7 akan menyebabkan tanaman vanili bebas dari masalah penyakit busuk batang, jika dibandingkan dengan tanah yang mempunyai pH 5,0-5,5.
Proses Penanaman
Penanaman Pohon Pelindung/Rambatan
Penanaman pohon pelindung atau pohon panjatan sebaiknya sudah dilaksanakan satu tahun sebelum dilaskanakan penanaman tanaman vanili. Hal ini diperlukan agar vanili bisa maksimal mendapatkan teduhan dan mengurangi bibit vanili yg ditanam mati karena terlalu panas.
Jenis tanaman yang baik dipakai sebagai pohon pelindung dan sekaligus sebagai pohon panjatan/penunjang adalah tanaman seperti :
Lamtoro (Leucaena glauca)
Dadap (Erythrina variegata)
Jarak pagar (Jathropa curcas)
Kolena/pohon gamal (Glericidia)
Sengon (Albizia spei).
Pengolahan Tanah
Sebelum melakukan penanaman, terlebih dahulu tanah harus diolah dengan sebaik-baiknya dengan cara :
Terlebih dahulu tanah dibersihkan dari tonggak-tonggak pohon kayu yang ditebang dan kotoran-kotoran lainnya. Selanjutnya tanah dicangkul atau dibajak sampai gembur dan rumput yang ada dibersihkan.
Pohon pelindung/penunjang ditanam pada permulaan musim penghujan dengan jarak tanam 1X2 m, 1X1,5 m atau 1X1,75 m, tergantung pada kesuburan tanah dan tinggi tempat dari permukaan laut. Barisan penanaman sebaiknya membujur ke timur, dengan tujuan supaya sinar matahari pagi dapat masuk dengan leluasa sehingga seluruh tanaman mendapat sinar matahari pagi dengan merata
Cara yang kedua, penanaman pohon pelindung atau pohon panjatan dapat dilakukan sebagai berikut pertama-tama sebelum tanah dikerjakan, terlebih dahulu diberi ajir dengan jarak 1,5 m membujur ke timur. Kemudian tanah digali (seperti membuat selokan) dengan lebar 50 cm. Penanaman pohon- pandung atau panjatan baru dilakukan pada permulaan musim penghujan. Penanaman dilakukan pada dasar galian tanah dengan jarak 1X1,5 m.
Cara yang ketiga, yaitu dengan cara kombinasi antara cara 2 dan 3 tetapi waktu tanam vanili dilakukan bersama-sama dengan penanaman pohon pelindung atau pohon panjatan.
Persiapan Bibit
Pembiakan tanaman vanili dapat dilakukan secara generatif dan dapat p**a dengan cara vegetatif, namun yang sering dipakai adalah pembiakan dengan cara vegetatif (dengan stek). Sedangkan pembiakan secara generatif (dengan biji), dilakukan bila untuk keperluan penelitian (pemuliaan tanaman) untuk mendapatkan jenis-jenis baru yang lebih baik atau untuk tujuan-tujuan lainnya.
Penanaman vanili dengan stek dilakukan pada musim penghujan yaitu sebelum hujan turun dengan lebat, karena bila dilakukan penanaman stek setelah hujan turun dengan lebatnya, maka sering kali bibit stek akan mati karena mengalami kebusukan, dengan demikian sebelumnya harus sudah tersedia tanaman vanili yang cukup mengeluarkan sulur-sulur dahan yang sehat dan kuat.
Tanaman vanili yang sudah pernah berbuah tidak baik dipakai untuk bibit karena daya tumbuhnya kurang. Sulur yang baik dipilih untuk stek bibit adalah batang/sulur yang agak gemuk/subur. Sulur/batang yang telah dipilih dan telah dipotong dan pohon induknya untuk stek bibit, pucuknya dipotong untuk menghindari pembusukan pucuk.
Penanaman
Jarak tanam adalah 1,50X1,50 m, sesuai dengan jarak tanam pohon pelindung atau pohon panjatan. Jarak tanam pohon pelindung atau pohon panjatan 1,5 m X 1,0 m yaitu jarak antara larikan 1 m.
Sebelum bibit ditanam, terlebih dahulu dibuat lubang-lubang penanaman dekat dengan pohon penunjang sedalam 10 cm. Cara menanam stek ada 2 cara yaitu dengan cara lengkung dan lurus.
Bibit yang pangkalnya lurus sebaiknya ditanam dengan cara lurus dan bibit yang pangkalnya melengkung sebaiknya ditanam dengan cara melengkung. Hal tersebut berguna untuk menghindari luka, yang mengakibatkan terjadinya pembusukan.
Hal yang perlu diperhatikan pada waktu penanaman adalah akar lekat dan tiap-tiap buku pada stek jangan sampai terbalik, dan harus menghadap pohon penunjang atau pohon panjatan. Apabila terbalik, maka setelah stek tumbuh tidak akan mau melekat pada pohon penunjang, karena akar pelekatnya berada di luar sehingga akan selalu melengkung keluar menjauhi pohon penunjang.
Setelah melakukan penanaman, tanah di sekitar stek tidak boleh menjadi kering, karenanya perlu ditutup dengan daun daun atau jerami dan jika perlu disiram setiap pagi dan sore hari. Bagian yang ditanam ke dalam tanah sepanjang tiga ruas/buku.
Pemeliharaan/Perambatan Tanaman vanili
Dalam jangka waktu 2-3 minggu setelah tanam, stek-stek sudah mulai berakar dan tunas-tunas muda mulai keluar. Bila dalam jangka waktu tersebut stek belum juga tumbuh, sebaiknya diganti saja dengan stek yang baru (disulam) agar diperoleh tanaman yang seragam.
Pengaturan Pohon Pelindung
Tindakan pengaturan pohon pelindung yang terutama ditujukan untuk memberikan tingkat penyinaran (cahaya matahari) yang cukup untuk semua tanaman, memperlancar sirkulasi peredaran udara, mengatur kelembaban udara di sekitar tanaman vanili dan mempertahankan tingkat keteduhan tertentu selama musim kering/kemarau.
Pemangkasan Tanaman Vanili
Perlakuan pemangkasan tanaman vanili bertujuan untuk mengatur pertumbuhan vegetatif ke arah pertumbuhan generatif yang lebih produktif. Atau dengan perkataan lain untuk mengatur tanaman vanili agar tidak hanya menghasilkan cabang yang banyak, tetapi juga menghasilkan buah yang banyak.
Cara pemangkasan untuk tanaman vanili ada 3 (tiga) cara, yang masing-masing mempunyai tujuan dan cara pemangkasan yang berbeda-beda, yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan rejuvenasi (pemangkasan peremajaan).
Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk kerangka tanaman yang kuat dan seimbang. Pemangkasan produksi bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan kerangka tanaman yang telah diperoleh melalui pemangkasan bentuk, guna mendorong pertumbuhan generatif. Pemangkasan rejuvenasi bertujuan untuk mempermudah/meremajakan cabang/batang-batang yang telah tua.