08/09/2018
Yang Muda Berkarya dan Melukis Masa Depannya
Pekerjaan yang nyaman adalah pencarian seumur hidup. Banyak orang yang tersesat dalam pencariannya, terkurung dalam ruang gelap yang salah dan membeku disana. Ia menjadi sosok yang kehilangan inovasi dan improvisasinya, hingga waktu habis memakannya. Sementara ada segelintir anak-anak muda mampu menemukan masa depan dengan cara yang berbeda. Mereka menciptakan dunianya sendiri. Mereka sadar, kerja keras diperlukan, tetapi masa depan tidak ditentukan oleh ijazah. Ijazah atau sekolah hanyalah potensi belaka. Sedangkan masa depan harus diciptakan.
Kisah orang sukses, adalah rentetan kisah para wirausaha muda dalam membangun, mempertahankan, dan mengembangkan bisnis yang telah mereka temukan sejak masih muda. Anak-anak muda, agen perubahan dalam lingkungannya ini, tidak memulainya dari modal besar, melainkan dengan merangkai keping demi keping semangat, pengetahuan, dan keberanian. Mereka sempat stagnan, jatuh, bahkan gagal. Tetapi yang membuat mereka berhasil adalah keberanian untuk bangkit.
Menjadi Wirausaha tangguh. Kisah mereka sungguh menggugah. Mereka tidak lagi malu kalau harus mulai merintis usaha sekalipun dengan modal seadanya atau bahkan karena pinjaman. Mindset mereka sungguh berbeda dengan generasi sebelumnya. Menjadi wirausaha kini menjadi profesi terhormat dalam masyarakat, disukai calon mertua, didukung perbankan, dan menjadi bintang di kampus.
Saya ingin mengkisahkan satu contoh bangkitnya semangat berwirasausaha tersebut lewat sebuah boneka perempuan yang berdiri pada sebuah anyaman bambu. Bagian atas boneka terdapat jarum jam yang menempel di bidang bulat dengan foto wajah seseorang mengenakan topi wisuda.
Boneka bermerk Cilota ini bukan sembarang boneka. Ia dibuat dari daun lontar dan bahan daur ulang. Boneka tersebut dirancang oleh Komang satu dari 70 pengusaha muda yang menjadi peserta finalis program Wirausaha Muda Mandiri 2018 berasal dari Bali.
Bila Komang memamerkan boneka Cilotanya, lain lagi Eko Agung Syaputra yang berkecimpung dalam Wirausaha kreatif pemilik Boonelo Watch. Boonela Watch adalah jam tangan yang dibuat dari bambu apus. Yang unik dari jam tangan ini adalah sistem pewarnaan yang menggunakan bahan alam tumbuh-tumbuhan. Strapnya terbuat dari kulit sapi. Eko mengaku menekuni bidang ini berawal dari tugas kuliah. Sama seperti Komang, Eko adalah peserta program Wirausaha Muda Mandiri 2018.
Wirausaha Muda Mandiri (WMM) merupakan salah satu kontribusi Bank Mandiri bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang fokus pada generasi muda. Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi dari keprihatinan Bank Mandiri terhadap besarnya jumlah pengangguran di Indonesia, terutama dari kalangan generasi muda.Program Wirausaha Muda Mandiri bertujuan untuk mengubah pola pikir mahasiswa maupun kaum muda lainnya agar mau melakukan kewirausahaan, sehingga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan kerja.
Program Wirausaha Muda Mandiri yang telah digelar sejak 2007.Total, lebih dari 36.000 wirausaha muda dari 656 perguruan tinggi di seluruh Indonesia tercatat menjadi bagian dari komunitas ini, baik sebagai juara, finalis, maupun peserta. Pada tahun ini, program WMM mengkompetisikan beberapa kategori, yakni kategori wirausaha industri, perdagangan dan jasa, wirausaha Kreatif, wirausaha boga, wirausaha sosial dan kategori wirausaha teknologi.
Pada ajang pameran Wirausaha Muda Mandiri 2018 kali ini, diikuti lebih dari 90 merek lokal inovasi pengusaha muda seluruh Indonesia. Gelarannya sendiri diselenggarakan di kota Malang, Jawa Timur mulai tanggal 6 hingga 15 September 2018. Adapun kepesertaan WMM terbagi atas dua kategori, yakni kategori Mahasiswa program SI atau Diploma dan kategori pengusaha muda non-Mahasiswa.
“Kompetisi kewirausahaan WMM 2018 telah dimulai sejak bulan Maret lalu, dimana sebanyak lebih dari 800 pengusaha muda dari 34 perguruan tinggi dan 10 Komunitas/ Inkubator Bisnis ikut ambil bagian pada acara ini. Berdasarkan hasil penjurian tahap awal, sebanyak 70 wirausaha muda terpilih untuk mengikuti seleksi nasional pada 12 September 2018, di hadapan dewan juri yang terdiri dari perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi, media, dan Bank Mandiri,” tutur Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas
Puncak rangkaian program WMM, yakni pemberian Penghargaan WMM (WMM Award) 2018, akan dilaksanakan pada 15 September 2018 di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya, Malang.
Pada event ini, sejumlah produk kreatif dan inovatif bernuansa milenial ditawarkan kepada pengunjung. Tak hanya boneka Cilota milik Komang, tetapi ada juga Cokelat Klasik (produksi wirausaha muda asal Malang), sepatu pria merek Men’s Republic (Juara WMM kategori kreatif 2015) dan Tenun Samarinda Aemtobe.
Setiap usaha tentu mengandung risiko. Wirausahawan muda tidak mundur setelah mengetahui risiko, tetapi mencari cara untuk meminimalkan risiko dan keluar dari kesulitan. Pada setiap rupiah kerugian, menetes air mata pembelajaran sehingga lebih berhati-hati di kemudian hari.
Menjadi wirausaha kini menjadi profesi terhormat dalam masyarakat, disukai calon mertua, didukung perbankan, dan menjadi bintang di kampus. Kalau kita ingin Indonesia maju, ktia harus mulai membuat para usahawan kita naik kelas--bukan malah menggusur mereka. Buku ini akan memperlihatkan dan mendorong kita, yang tua maupun yang masih muda dan sekolah, untuk berbuat sesuatu, mengasah keterampilan, mengembangkan potensi dan memajukan hidup kita dan orang lain.
Dan Bank Mandiri telah memulai langkah kecil kontribusinya untuk membangun sikap enterprenneur. Semoga
MALANG – Bank Mandiri terus mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) binaan untuk meningkatkan penetrasi pasar melalui kegiatan sosialisasi produk. Untuk itu, Bank Mandiri menyelenggarakan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Expo 2018 yang diikuti 70 finalis WMM 2018, dan alumni WMM serta mi...