BUMN_Bergerak

BUMN_Bergerak BUMN untuk Republik Indonesia kerja Nyata

PRESIDEN RI RESMIKAN PENGEMBANGAN PELABUHAN SIBOLGAPresiden Joko Widodo meresmikan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumat...
17/03/2019

PRESIDEN RI RESMIKAN PENGEMBANGAN PELABUHAN SIBOLGA

Presiden Joko Widodo meresmikan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 pada Minggu, 17 Maret 2019. Kegiatan peresmian ini didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Direktur Utama Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana, serta jajaran Direksi Pelindo 1.

Penataan Terminal Penumpang dan pembangunan skybridge dengan panjang 150 meter yang menghubungkan dermaga ferry dengan terminal penumpang yang bertujuan untuk meningkatlan keselamatan penumpang karena jalur penumpang terpisah dari jalur kendaraan. Pengembangan Pelabuhan Sibolga secara keseluruhan sudah mencapai 100 persen.

Penataan Terminal Penumpang Pelabuhan Sibolga dengan luas keseluruhan 2.786 m2 mampu menampung sebanyak 500 orang, jumlah yang meningkat jika dibandingkan dengan terminal penumpang lama yang hanya mampu menampung 80 orang. Terminal Penumpang ini mengusung konsep modern dengan sentuhan etnik yang diharapkan mampu menjadi icon baru bagi Kota Sibolga serta dapat menjadi pintu gerbang dalam mendukung peningkatan potensi sektor kepariwisataan terutama di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias dan daerah disekitarnya.

Pelabuhan Sibolga juga diharapkan dapat menjadi simpul bagi sentra produksi/industri dan hasil tambang, transportasi dan logistik di kawasan pantai Barat Sumatera Utara.




04/03/2019
Pemerintah melalui 14 BUMN menandatangani perjanjian kerja sama investasi dengan berbagai perusahaan internasional untuk...
12/10/2018

Pemerintah melalui 14 BUMN menandatangani perjanjian kerja sama investasi dengan berbagai perusahaan internasional untuk proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Kerja sama ini disepakati dalam salah satu rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

Berikut rincian 19 transaksi hasil kerja sama investasi tersebut:
- GMF AeroAsia dengan Airfrance Industries KLM Engineering and Maintenance (nilai investasi 400 juta dollar AS)

- GMF AeroAsia dengan PT China Communication Construction Indonesia (nilai investasi 500 juta dollar AS)

- Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) (nilai investasi mencapai 248,4 juta dollar AS)

- Menjangan Group bersama ITDC dengan Amorsk Group (nilai investasi mencapai 310 juta dollar AS)

- PT Wijaya Karya (Persero) bersama ITDC dengan Menjangan Group (nilai investasi mencapai 198 juta dollar AS)

- PT Pindad (Persero) dengan Waterbury Farrel (nilai investasi mencapai 100 juta dollar AS)

- PT Aneka Tambang Tbk dengan Ocean Energy Nickel International Pty Ltd (nilai investasi 320 juta dollar AS

- PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) dengan Alumunium Corporation of China Limited (nilai investasi 850 juta dollar AS)

- PT KAI (Persero) dengan Progress Rail (nilai investasi mencapai 500 juta dollar AS)

- PT Boma Bisma Indra (Persero) dengan Doosan Infracore Co. Ltd (nilai investasi 185 juta dollar AS)

- PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan Otoritas Jasa Keuangan (nilai investasi 112 juta dollar AS)

- PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan AIA, Allianz Life, IIF, Taspen, dan Wana Artha (nilai investasi 224 juta dollar AS)

- PT Pertamina (Persero) dengan CPC Corporation Taiwan (nilai investasi mencapai 6,5 miliar dollar AS)

- PT PLN (Persero) dengan KfW (nilai investasi 150 juta euro)

- PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Bank Mega Tbk (nilai pinjaman untuk investasi 523 juta dollar AS dan pinjaman CDS 392 juta dollar AS)

- PT Hutama Karya (Persero) dengan Permata Bank, ICBC, dan MUFG bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (nilai fasilitas pembiayaan mencapai 336 juta dollar AS)

- PT Hutama Karya (Persero) dengan Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (nilai pinjaman untuk investasi mencapai 684 juta dollar AS dan pinjaman CDS mencapai 388 juta dollar AS)

- PT Sarana Multi Infrastruktur dengan Maybank Indonesia (sharia cross-currency hedging dengan coverage value 128 juta dollar AS)

- PT Angkasa Pura II bersama Danareksa Sekuritas dengan calon investor yang masih dalam proses bidding (strategic partnership di industri kebandarudaraan dengan nilai investasi mencapai 500 juta dollar AS)

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/11/152515126/sah-investasi-rp-202-triliun-masuk-ke-indonesia

Siapkan Kawasan Industri Kuala TanjungDirektur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) / Pelindo 1 M. Hamied Wij...
27/09/2018

Siapkan Kawasan Industri Kuala Tanjung

Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) / Pelindo 1 M. Hamied Wijaya (kanan) bersama Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pelindo 1 Iman A. Sulaiman (3 kiri) berbincang dengan Asisten Deputi Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan II Kementerian BUMN Dewi Ariyani (3 kanan), Sekretaris Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kementerian Perindustrian Warsito (2 kanan), saat berlangsung Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pengembangan Kompleks Kawasan Industri Pelabuhan Kuala Tanjung yang digelar Pelindo 1 di Jakarta, Kamis (27/9). FGD ini bertujuan untuk mendapatkan kesamaan visi dan dukungan dalam mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai Pelabuhan Hub Internasional dan Kawasan Industri Terpadu yang memiliki keunggulan antara lain lokasi yang strategis, berada di selat malaka, dan lahan yg cukup luas.

Yang Muda Berkarya dan Melukis Masa DepannyaPekerjaan yang nyaman adalah pencarian seumur hidup. Banyak orang yang terse...
08/09/2018

Yang Muda Berkarya dan Melukis Masa Depannya

Pekerjaan yang nyaman adalah pencarian seumur hidup. Banyak orang yang tersesat dalam pencariannya, terkurung dalam ruang gelap yang salah dan membeku disana. Ia menjadi sosok yang kehilangan inovasi dan improvisasinya, hingga waktu habis memakannya. Sementara ada segelintir anak-anak muda mampu menemukan masa depan dengan cara yang berbeda. Mereka menciptakan dunianya sendiri. Mereka sadar, kerja keras diperlukan, tetapi masa depan tidak ditentukan oleh ijazah. Ijazah atau sekolah hanyalah potensi belaka. Sedangkan masa depan harus diciptakan.

Kisah orang sukses, adalah rentetan kisah para wirausaha muda dalam membangun, mempertahankan, dan mengembangkan bisnis yang telah mereka temukan sejak masih muda. Anak-anak muda, agen perubahan dalam lingkungannya ini, tidak memulainya dari modal besar, melainkan dengan merangkai keping demi keping semangat, pengetahuan, dan keberanian. Mereka sempat stagnan, jatuh, bahkan gagal. Tetapi yang membuat mereka berhasil adalah keberanian untuk bangkit.

Menjadi Wirausaha tangguh. Kisah mereka sungguh menggugah. Mereka tidak lagi malu kalau harus mulai merintis usaha sekalipun dengan modal seadanya atau bahkan karena pinjaman. Mindset mereka sungguh berbeda dengan generasi sebelumnya. Menjadi wirausaha kini menjadi profesi terhormat dalam masyarakat, disukai calon mertua, didukung perbankan, dan menjadi bintang di kampus.

Saya ingin mengkisahkan satu contoh bangkitnya semangat berwirasausaha tersebut lewat sebuah boneka perempuan yang berdiri pada sebuah anyaman bambu. Bagian atas boneka terdapat jarum jam yang menempel di bidang bulat dengan foto wajah seseorang mengenakan topi wisuda.

Boneka bermerk Cilota ini bukan sembarang boneka. Ia dibuat dari daun lontar dan bahan daur ulang. Boneka tersebut dirancang oleh Komang satu dari 70 pengusaha muda yang menjadi peserta finalis program Wirausaha Muda Mandiri 2018 berasal dari Bali.

Bila Komang memamerkan boneka Cilotanya, lain lagi Eko Agung Syaputra yang berkecimpung dalam Wirausaha kreatif pemilik Boonelo Watch. Boonela Watch adalah jam tangan yang dibuat dari bambu apus. Yang unik dari jam tangan ini adalah sistem pewarnaan yang menggunakan bahan alam tumbuh-tumbuhan. Strapnya terbuat dari kulit sapi. Eko mengaku menekuni bidang ini berawal dari tugas kuliah. Sama seperti Komang, Eko adalah peserta program Wirausaha Muda Mandiri 2018.

Wirausaha Muda Mandiri (WMM) merupakan salah satu kontribusi Bank Mandiri bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang fokus pada generasi muda. Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi dari keprihatinan Bank Mandiri terhadap besarnya jumlah pengangguran di Indonesia, terutama dari kalangan generasi muda.Program Wirausaha Muda Mandiri bertujuan untuk mengubah pola pikir mahasiswa maupun kaum muda lainnya agar mau melakukan kewirausahaan, sehingga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan kerja.

Program Wirausaha Muda Mandiri yang telah digelar sejak 2007.Total, lebih dari 36.000 wirausaha muda dari 656 perguruan tinggi di seluruh Indonesia tercatat menjadi bagian dari komunitas ini, baik sebagai juara, finalis, maupun peserta. Pada tahun ini, program WMM mengkompetisikan beberapa kategori, yakni kategori wirausaha industri, perdagangan dan jasa, wirausaha Kreatif, wirausaha boga, wirausaha sosial dan kategori wirausaha teknologi.

Pada ajang pameran Wirausaha Muda Mandiri 2018 kali ini, diikuti lebih dari 90 merek lokal inovasi pengusaha muda seluruh Indonesia. Gelarannya sendiri diselenggarakan di kota Malang, Jawa Timur mulai tanggal 6 hingga 15 September 2018. Adapun kepesertaan WMM terbagi atas dua kategori, yakni kategori Mahasiswa program SI atau Diploma dan kategori pengusaha muda non-Mahasiswa.

“Kompetisi kewirausahaan WMM 2018 telah dimulai sejak bulan Maret lalu, dimana sebanyak lebih dari 800 pengusaha muda dari 34 perguruan tinggi dan 10 Komunitas/ Inkubator Bisnis ikut ambil bagian pada acara ini. Berdasarkan hasil penjurian tahap awal, sebanyak 70 wirausaha muda terpilih untuk mengikuti seleksi nasional pada 12 September 2018, di hadapan dewan juri yang terdiri dari perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi, media, dan Bank Mandiri,” tutur Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas

Puncak rangkaian program WMM, yakni pemberian Penghargaan WMM (WMM Award) 2018, akan dilaksanakan pada 15 September 2018 di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya, Malang.

Pada event ini, sejumlah produk kreatif dan inovatif bernuansa milenial ditawarkan kepada pengunjung. Tak hanya boneka Cilota milik Komang, tetapi ada juga Cokelat Klasik (produksi wirausaha muda asal Malang), sepatu pria merek Men’s Republic (Juara WMM kategori kreatif 2015) dan Tenun Samarinda Aemtobe.

Setiap usaha tentu mengandung risiko. Wirausahawan muda tidak mundur setelah mengetahui risiko, tetapi mencari cara untuk meminimalkan risiko dan keluar dari kesulitan. Pada setiap rupiah kerugian, menetes air mata pembelajaran sehingga lebih berhati-hati di kemudian hari.

Menjadi wirausaha kini menjadi profesi terhormat dalam masyarakat, disukai calon mertua, didukung perbankan, dan menjadi bintang di kampus. Kalau kita ingin Indonesia maju, ktia harus mulai membuat para usahawan kita naik kelas--bukan malah menggusur mereka. Buku ini akan memperlihatkan dan mendorong kita, yang tua maupun yang masih muda dan sekolah, untuk berbuat sesuatu, mengasah keterampilan, mengembangkan potensi dan memajukan hidup kita dan orang lain.

Dan Bank Mandiri telah memulai langkah kecil kontribusinya untuk membangun sikap enterprenneur. Semoga

MALANG – Bank Mandiri terus mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) binaan untuk meningkatkan penetrasi pasar melalui kegiatan sosialisasi produk. Untuk itu, Bank Mandiri menyelenggarakan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Expo 2018 yang diikuti 70 finalis WMM 2018, dan alumni WMM serta mi...

Hai  , mungkin beberapa dari kalian penasaran dengan apa alasan Indonesia harus mengakuisisi Freeport di Papua. Sebagai ...
03/08/2018

Hai , mungkin beberapa dari kalian penasaran dengan apa alasan Indonesia harus mengakuisisi Freeport di Papua. Sebagai info, ada beberapa hal yang menguntungkan bagi negara ini bila bisa kembali menguasai Freeport

Selengkapnya :

Tambak Percontohan Perhutanan Sosial Muara Gembong Panen PerdanaProyek percontohan program perhutanan sosial di Muara Ge...
26/07/2018

Tambak Percontohan Perhutanan Sosial Muara Gembong Panen Perdana

Proyek percontohan program perhutanan sosial di Muara Gembong yang digulirkan Presiden Joko Widodo pada Rabu (01/11/2017) lalu mulai menampakan hasil.

Pada panen perdana lahan tambak Muara Gembong, Rabu (25/7) lalu, hasil panen proyek percontohan ini menunjukan hasil memuaskan dengan hasil panen 4-5 ton per hektar, jauh lebih tinggi sebelum program perhutanan sosial dijalankan yaitu hanya 50-100 kg per hektar.

Program perhutanan sosial melalui redistribusi aset yang di fasilitas Kementerian BUMN ini mampu meningkatkan pendapatan petambak secara signifikan. Hal ini terlihat pada panen perdana yang mencatat pendapatan bersih yang diterima petambak mencapai Rp 72 juta per 4 (empat) bulan atau Rp 18 juta per bulan.

Selain itu, Petambak juga dapat membayar upah untuk pekerja tambak sesuai dengan UMR, yaitu sebesar Rp 3,4 juta per bulan.

Pada pelaksanaan redistribusi aset, Kementerian BUMN mendorong sinergi antar badan usaha milik Negara dan institusi lainnya.

Di Muara Gembong, Bank Mandiri menjadi Project Leader yang dibantu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mendukung penyediaan listrik dan PT Perikanan Indonesia (Perindo) sebagai Offtaker.

Menurut Project Manager Redistribusi Aset Muara Gembong Agus Dwi Handaya, program ini mampu meningkatkan pendapatan petambak secara signifikan dan diyakini mampu mendorong ekonomi Indonesia tumbuh ke arah yang jauh lebih baik.

“Program redistribusi aset ini juga menjadi salah satu sinergi BUMN untuk selalu hadir dan membantu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat, serta selaras dengan keinginan kami untuk meningkatkan peran aktif dalam memakmurkan negeri,” kata Agus yang juga tercatat sebagai Pejabat Executive Kepatuhan Bank Mandiri.

Bank Mandiri, lanjut Agus, berkomitmen untuk terus mendukung pemerataan ekonomi dengan cara pengelolaan hutan yang lebih sistematis dan intensif, namun tetap berbasis pada kepentingan pengembangan ekonomi masyarakat.

Dalam proses redistribusi aset lahan tambak Muara Gembong, Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membantu pengolahan lahan tambak dan pengadaan bibit udang.

Sementara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), membantu penerbitan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) bagi petambak lokal penggarap, dengan syarat mereka juga harus menanam mangrove di lahan yang sama.

“Skema redistribusi aset kepada petambak lokal secara terintegrasi ini dapat dilakukan di wilayah lain dengan kondisi yang relatif sama. Dengan begitu, kami percaya bahwa melalui program ini, diharapkan tingkat kesejahteraan masyarakat jadi meningkat dan mendorong pembangunan ekonomi dapat lebih merata,” ujar Agus Dwi Handaya.

Adapun pendekatan yang digunakan, lanjut Agus, adalah model community development yang membutuhkan beberapa elemen pendukung, yakni infrastruktur tambak dan penunjang tambak, sosiokultural, kelembagaan, pendampingan dan off-taker, pembiayaan petambak, peningkatan program kapabilitas, penggunaan teknologi modernisasi tambak, dan monitoring program konservasi mangrove.

*Caption : Pejabat Eksekutif Kepatuhan Bank Mandiri Agus Dwi Handaya (kedua kanan), Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian LHK Bambang Supriyanto (kedua kiri), Manager PKBL Perum Perikanan Indonesia Aris Widodo (kiri) dan Sekretaris Camat Muara Gembong Enkar Sukarya, bersama-sama menunjukkan udang Vaname hasil panen perdana, di lahan tambak rakyat Muara Gembong, Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Rabu (25/7). Bank Mandiri dan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) telah menabur 1,5 juta benih udang untuk membantu proses revitalisasi lahan tambak yang diarahkan untuk pengembangan budidaya udang intensif, budidaya polikultur dan pengembangan silvofishery atau integrasi budidaya ikan (60%) dengan mangrove (40%) dengan metode semi intensif

Saat ini total aset 143 perusahaan BUMN yang ada di Indonesia saat ini telah mencapai Rp7.200 triliun. Suatu hari, kita ...
25/07/2018

Saat ini total aset 143 perusahaan BUMN yang ada di Indonesia saat ini telah mencapai Rp7.200 triliun. Suatu hari, kita harus yakin, BUMN Indonesia bisa mengalahkan holding BUMN negara tetangga, seperti Temasek dan Khazanah.

Saat ini total aset 143 perusahaan BUMN yang ada di Indonesia saat ini telah mencapai Rp7.200 triliun. Suatu hari, kita ...
11/07/2018

Saat ini total aset 143 perusahaan BUMN yang ada di Indonesia saat ini telah mencapai Rp7.200 triliun. Suatu hari, kita harus yakin, BUMN Indonesia bisa mengalahkan holding BUMN negara tetangga, seperti Temasek dan Khazanah.

Kita selama ini mendengungkan sinergi BUMN, itu bermakna bahwa BUMN adalah sebuah keluarga. Kalau kita sudah merasa bagian dari keluarga besar BUMN, maka saling membantu itu tak lagi sesuatu yang harus dipaksakan. Saling bekerja sama menjadi satu kebutuhan.

BUMN harus menjadi tuan rumah di negerri sendiri. Yakinlah, bahwa yang kita lakukan saat ini akan menghasilkan talent talent terbaik. Kalau kita melakukan dengan integritas bagus dan nasionalisme bagus, ini amal jariyah. Sampai kapanpun kita akan bangga. Kita bisa cerita kepada anak cucu, bahwa kita berperan, inilah hakekat umur umur panjang

Kementerian Perhubungan bakal melakukan beberapa proyek besar di wilayah Sumatera Utara.Sebagai benteng Ekonomi Selat Ma...
06/07/2018

Kementerian Perhubungan bakal melakukan beberapa proyek besar di wilayah Sumatera Utara.

Sebagai benteng Ekonomi Selat Malaka, maka Infrastruktur Sumut harus dikembangkan. Ini adalah bagian dari membangun infrastruktur transportasi yang Indonesia sentris.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan, selain jalan tol dan jalur kereta api, pemerintah juga fokus membenahi bandara dan pelabuhan yang ada di Sumut.

Langkah awal yang dilakukan Kemenhub yakni meningkatkan kapasitas Bandara Kualanamu, Kapasitas bandara akan ditingkatkan hingga bisa menampung calon penumpang sedikitnya 17 juta/tahun.

Untuk tahap pertama, AP II akan mengembangkan sisi udara dan darat bandara, yakni landas pacu senilai Rp3 triliun, terminal Rp10,08 triliun, kargo Rp850 miliar, hanggar Rp1 triliun, dan tempat parkir pesawat (apron) Rp1 triliun.

Kemudian pada tahap kedua, AP II akan fokus mengembangkan area komersial di sekitar bandara dengan luas lahan 200 hektare. Adapun, nilai investasi yang diperlukan mencapai Rp4,1 triliun.

Maka dari itu AP II mencari investor dalam rangka mengembangkan sejumlah bandara yang dikelolanya selain Bandara Kualanamu
(https://finance.detik.com/infrastruktur/d-3848689/9-investor-asia-dan-eropa-minati-proyek-bandara-kualanamu-rp-11-t)

Kemudian untuk Bandara Silangit sebagai pembuka konektivitas Danau Toba kapastiasnya akan dinaikan menjadi 50 ribu/pertahun sekaligus perpanjangan runway dari 1200 m x 30 m menjadi 1700 m x 30 m.

Sejak diresmikan Presiden Jokowi, jumlah penumpang di Bandara Silangit naik 800%, setiap hari rata-rata ada 14 pergerakan pesawat baik penerbangan domestik dan internasional, dengan durasi operasional 8 jam mulai dari pukul 08.00-15.00 WIB.
(http://industri.kontan.co.id/news/penerbangan-bandara-silangit-semakin-ramai)

Sementara itu jumlah pergerakan penumpang di rute domestik maupun internasional di Bandara Silangit hingga saat ini sudah lebih dari 200.000 penumpang dan ditargetkan hingga akhir tahun 2017 ini dapat mencapai 250.000 penumpang atau naik 60% dari tahun 2016.

Untuk proyek pelabuhan Kuala Tanjung direncanakan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Agustus 2018. Peresmian itu sekaligus untuk pencanangan pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung tahap kedua dan ketiga.

Pada tahap kedua akan dibangun kawasan industri untuk industri metal dan primer. Sedangkan tahap ketiga dedicated.

Untuk pembangunan tahap kedua dan ketiga, Pelindo membutuhkan Perpres untuk mempermudah pengadaan lahan. Rancangan Perpres sudah berada di tangan Seskab. Bambang mengharapkan Perpres bisa dikeluarkan akhir Juni.

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap kedua dan ketiga akan membutuhkan lahan seluas 2.400 hektare. Untuk kawasan industri, Pelindo I sudah mendapatkan floating lahan dari Kementerian Perindustrian seluas 400 hektare untuk dibebaskan.

Pelindo memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan tahap kedua sebesar Rp 11 triliun dan tahap ketiga Rp 23 triliun.

Adapun tahap pertama membutuhkan investasi Rp 4 triliun sehingga total biayanya Rp 23 triliun. Sedangkan total lahan untuk ketiganya mencapai 3.500 hektare.
(https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/18/06/08/p9zi9o415-pelindo-i-cari-mitra-pengelola-pelabuhan-kuala-tanjung)

Sementara pembangunan jalur rel kereta api Bandar Tinggi-Kuala Tanjung di Sumatra Utara sudah mencapai 90 persen. Rencananya, ditargetkan akan dilakukan uji coba sekaligus resmi dioperasikan pada Juli 2018.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan jalur kereta api ini untuk mendukung infrastruktur dalam proses pengangkutan.

Operasional rel kereta api untuk Bandar Tinggi-Kuala Tanjung tentunya akan mendorong perekonomian Sumatra Utara, karena nantinya angkutan barang akan semakin mudah dengan jalur tersebut.

Selanjutnya adalah pembangunan rel kereta api layang rute Medan-Bandar Khalipah, Kabupaten Deli Serdang, sepanjang 10,8 kilometer sudah mencapai 94 persen.

Dengan ini, dipastikan rel kereta api layang tersebut akan beroperasi akhir tahun 2018 ini, dengan pembangunan fisik hampir 100 persen, akan segera dilakukan uji coba terlebih dahulu, sebelum dioperasikan.
(https://www.viva.co.id/berita/nasional/1027292-kereta-layang-medan-beroperasi-akhir-2018)

Kementerian Perhubungan menargetkan pengerjaan kereta api Trans Sumatera rampung di akhir tahun 2019 mendatang, saat ini sedang dilakukan pengerjaan Binjai-Besitang dengan panjang sekitar 80 kilometer.

Kemudian juga sedang dilakukan pengerjaan untuk Besitang-Sei Liput, serta juga pembangunan di Rantau Prapat menuju Kota Pinang sepanjang 48 kilometer.

Kendala terbesar dari pengerjaan Kereta Api Trans Sumatera ini adalah pembebasan lahan. Apalagi dalam pembebasan lahan melibatkan instansi pemerintahan daerah dan juga masyarakat
(http://medan.tribunnews.com/2017/09/25/kereta-api-trans-sumatera-selesai-2019-sedang-pengerjaan-binjai-besitang.)

Address

Pasar Minggu

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BUMN_Bergerak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share