02/01/2012
Penyakit-Penyakit Yang Terkait Air Tidak Bersih
Air bersih merupakan merupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan manusia.
Pada saat terpaksa, manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan, tetapi tidak dapat hidup tanpa air.
Barangkali hal itu juga berhubungan dengan kenyataan bahwa 70% dari tubuh manusia berupa air/cairan.
Penggunaan air untuk keperluan sehari-hari tanpa memperhatikan kualitasnya akan dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Karena air dapat berperan dalam penyebaran penyakit yang berkaitan dengan air.
Adapun penyakit-penyakit yang berkaitan dengan ketersediaan air bersih, diantaranya :
1. Karena keterbatasan air bersih.
Manusia menjadi sangat hemat air, misalnya lebih dipentingkan untuk minum, atau memasak, sedangkan untuk mencuci baju, mandi/kebersihan badan, kurang dipenuhi.
Akibatnya penyakit-2 kulit dapat berkembang karena kurang bersih, jamur, bakteri tumbuh pada permukaan kulit (kudis, panu, kurap, dsb)
2. Karena bakteri, virus, atau agent penyebab penyakit berada dalam air.
Bila tidak tersedia pilihan air bersih, maka dengan terpaksa manusia akan menggunakan air bersih yang ada.
Walaupun kriteria bersih yang digunakan relatif. Air bersih yang sebetulnya kurang bersih (misalnya asal kelihatan jernih) digunakan untuk mencuci beras, piring, sendok, gelas, sayuran.
Sayuran setelah dicuci tidak dimasak, misal digunakan sebagai lalapan, atau geals, piring sendok digunakan sebagai wadah makanan atau minuman, maka kemungkinan terjadi penyakit perut.
Seperti diare, disentri, kolera, tiphus, dan sebagainya karena bakteri penyebab penyakit memang berada dalam air yang sebelumnya digunakan.
3. Karena vektor pembawa kuman penyakit membutuhkan air dalam siklus hidupnya.
Misalnya penyakit dengan vektor nyamuk, seperti : demam berdarah, malaria, demam kuning, kaki gajah.
Nyamuk dalam perkembang biakannya membutuhkan media air.
Telur nyamuk tumbuh berkembang menjadi jentik-jentik dalam air, hingga sutua saat menjadi nyamuk dewasa.
Bila nyamuk dewasa tersebut menggigit manusia, yang dlam darahnya mengandung kuman/ bakteri penyakit, maka nyamuk tersebut bila menggigit orang berikutnya akan memasukkan kuman/bakteri penyakit dalam darahnya.
Namun tidak selamanya air bersih dapat diperoleh dengan mudah dan murah dengan kualitas dan kuantitas yang baik.
Banyak sumber-sumber air bersih yang sudah terpolusi akibat aktivitas manusia sehari-hari.
Di lain pihak jumlah penduduk semakin bertambah dan kebutuha akan air bersihpun semakin meningkat.