Air Minum Benakat Indah Lematang (AMBIL)

Air Minum Benakat Indah Lematang (AMBIL) Kami akan selalu memperbaiki kualitas air dengan cara pengadaan rutinitas pengecekan setiap 1 jam se

11/09/2024
22/11/2016

STANDAR KUALITAS AIR MINUM INDONESIA

Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu. Air adalah materi esensial didalam kehidupan, tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. Sebagian besar tubuh manusia itu sendiri terdiri dari air. Tubuh manusia rata-rata mengandung air sebanyak 90 % dari berat badannya. Tubuh orang dewasa, sekitar 55-60%, berat badan terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80%.
Air bersih dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan mereka. Sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi kualitas dan bisa digunakan dalam jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari manusia. Ditinjau dari segi kualitas, ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau, warna dan rasa, kulitas kimia yang terdiri atas pH, kesadahan, dan sebagainya serta kualitas biologi diman air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar, air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu.
Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat, setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat p**a kebutuhan manusia akan air. Jumlahpenduduk dunia setiap hari bertambah, sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Suriawiria,1996).
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang di

Air Minum Benakat Indah Lematang
08/01/2012

Air Minum Benakat Indah Lematang

08/01/2012
08/01/2012

Mitos dan Fakta tentang Khasiat Air Minum

AIR merupakan zat alami yang menakjubkan dan kita tidak bisa hidup tanpanya. Terlebih, sebagian besar unsur kehidupan memang terbuat dari air. Maka itu, tidak mengherankan bila banyak penafsiran tentang air putih, terutama dalam hal khasiatnya tentang kesehatan.

Dari sejumlah besar mitos dan fakta tentang air putih yang selama ini beredar di masyarakat seperti dikutip dari Shine.com:

1. Mitos: Kita harus minum 8 gelas air putih sehari untuk menghindari dehidrasi
Fakta: Ini mungkin merupakan salah satu hal kurang tepat yang paling dipercaya tentang konsumsi air. Tips itu tentunya banyak dilontarkan banyak produsen minuman air kemasan.

Memang benar, tubuh kita memerlukan cukup air setiap hari. Menurut British Dietetic Association, sebagian besar dari kita membutuhkan setara sekitar enam sampai delapan gelas cairan sehari, ingat cairan bukan air. Cairan juga bisa diperoleh dari makanan yang kita makan. Misalkan saja buah dan sayur yang 80-90 persennya terdiri dari cairan. Belum minuman lain seperti susu, teh, dan kopi.

Terlebih dalam suhu panas yang menyebabkan keringat, kita perlu asupan kita untuk menebus cairan yang keluar. Tubuh kita juga mampu dengan sangat baik mengatur kadar airn. Tubuh akan menyingkirkan kelebihan air melalui keringat dan urine dan ketika kekuarangan, kita pun akan merasa haus.

2. Mitos: Kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya menyebabkan dehidrasi
Fakta: Meskipun benar bahwa kafein memiliki efek diuretik atau membuat Anda ingin buang air kecil, efek itu sangat ringan jika dibandingkan dengan jumlah air yang terkandung dalam minuman tersebut. Minuman-minuman itu tetap akan memberikan kontribusi atas kebutuhan tubuh akan air.

3. Mitos: Semakin banyak minum air, semakin sehat
Fakta: Secara umum, air adalah zat nontoksin. Tetapi, jangan p**a kita sampai berlebihan minum air. Dalam kasus ekstrem, minum air terlalu banyak dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh yang dikenal sebagai 'keracunan air'.

Atlet olahraga ekstrim seperti pelari maraton sudah familier dengan kondisi itu. Olahraga memang akan menyebabkan mereka berkeringat sehingga menghilangkan baik air maupun elektrolit, termasuk sodium. Tetapi jika mereka minum banyak air dalam waktu singkat tanpa mengganti elektrolit yang hilang, kadar natrium pada darah dapat berpotensi mengancam nyawa.

4. Mitos: Air botol kemasan lebih aman dan sehat
Fakta: Air keran yang masak sebenarnya sudah sesuai dengan standar kesehatan dan persyaratan keselamatan. Dan, ini pun terus-menerus diuji sehingga dinilai aman untuk diminum. Adapun air minum kemasan sering kali berasal dari sumber yang sama persis seperti air keran.

Banyak air kemasan bahkan memiliki standar keselamatan lebih rendah daripada air keran. Belum lagi hargnya yang lebih mahal karena harus menyertakan sumber daya, pengiriman, dan penjualan. Minum air keran yang masak sebenarnya taka pa. Karena selain aman, juga murah, dan didapat dengan cara yang paling ramah lingkungan.

5. Mitos: Air membantu menurunkan berat badan
Fakta: Sebenarnya hal ini ada benarnya. Kembali ke mitos nomor 1, minum air yang bebas kalori dan bebas gula merupakan cara yang lebih baik untuk mendapatkan asupan cairan harian Anda daripada meneguk minuman manis dan tinggi kalori seperti minuman ringan.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa minum setengah liter air sebelum makan dapat membantu Anda makan lebih sedikit. Tapi kunci di sini adalah bahwa Anda sebenarnya perlu makan lebih sedikit, air itu sendiri tidak mengurangi lemak tubuh Anda.

sumber: mediaindonesia.com

=mhd yani=

06/01/2012

Kurang Minum Air Meningkatkan Gula Darah?

Kurang mengonsumsi air putih bukan hanya menyebabkan dehidrasi tapi juga kadar gula darah menjadi tinggi. Karena itu selain menjaga pola makan, konsumsi air yang cukup disarankan untuk mencegah kadar gula darah meningkat.

Ketika kadar gula darah di atas normal, tetapi belum terlalu tinggi untuk disebut diabetes, dokter menyebutnya sebgai pra-diabetes. Mereka yang didiagnosis mengalami pra-diabetes beresiko tinggi menjadi diabetes jika kadar gula darahnya tidak dijaga.

Dalam studi terbaru, orang dewasa yang hanya mengonsumsi setengah liter air setiap hari
(sekitar dua gelas), cenderung mengalami kenaikan gula darah hingga level pra-diabetes, dibandingkan dengan orang yang minum lebih banyak air.

Walau penelitian ini menemukan kaitan antara asupan air dengan gula darah, tetapi tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat. Diduga hal ini bisa dijelaskan secara biologi.

Menurut Lise Bankir, peneliti dari French National Research Institute, hormon yang disebut vasopressin, mungkin menjelaskan. Vasopressin, yang disebut juga dengan hormon antidiuretik, membantu mengatur penyimpanan air dalam tubuh.

Saat kita dehidrasi, kadar vasopressin meningkat sehingga ginjal berusaha menghemat persediaan air. Selain itu peningkatan kadar vasopressin ini juga akan meningkatkan kadar gula darah.

Menurut Bankir, di dalam liver terdapat reseptor vasopressin, organ yang bertanggung jawab pada produksi gula darah di tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan menyuntikkan vasopressin pada orang sehat akan menyebabkan kadar gula darah meningkat sementara.

Penelitian itu dilakukan terhadap 3.615 orang Perancis berusia 35-65 tahun dan memiliki kadar gula darah normal pada awalnya. Sekitar 19 persen mengatakan mereka hanya minum kurang dari setengah liter air setiap hari, sementara sisanya minum seliter air atau lebih.

Setelah 9 tahun, sebanyak 565 partisipan studi menderita ketidaknormalan kadar gula darah dan 202 orang didiagnosis diabetes tipe 2. Ketika para peneliti mengamati kebiasaan partisipan mengonsumsi air, mereka menemukan orang yang minum air kurang dari setengah liter setiap hari, beresiko 28 persen menderita kenaikan gula darah.

Selama ini belum ada data statistik yang menyebutkan kaitan antara asupan air dengan terjadinya diabetes. Namun, orang yang minum air hanya sedikit pada umumnya menyukai minuman yang mengandung gula sehingga bisa memicu kenaikan berat badan dan gangguan kontrol gula darah.

=Mhd Yani=

Apakah air minum anda sudah memenuhi syarat?Idealnya, air yang kita minum haruslah jernih, tak berasa, tak berbau, serta...
03/01/2012

Apakah air minum anda sudah memenuhi syarat?


Idealnya, air yang kita minum haruslah jernih, tak berasa, tak berbau, serta mengandung mineral. Air yang layak konsumsi juga harus bebas dari zat-zat berbahaya, seperti logam berat, nitrat, bakteri, atau agen virus penyebab infeksi.

Air yang berasal dari perut bumi pada umumnya layak untuk dipakai. Namun naiknya permukaan air laut serta polusi menyebabkan air tanah pun tak lagi masuk dalam kategori layak konsumsi. Untuk memenuhi kebutuhan air, kini air yang kita konsumsi sehari-hari dibuat dari air sungai atau danau yang diolah sedemikian rupa sehingga bebas dari bahan berbahaya sebelum akhirnya dialirkan ke rumah penduduk.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), ada beberapa jenis polutan yang mungkin terbawa dalam air, yakni:

- Mikro organisme, seperti bakteri, parasit, dan virus. Kebanyakan bakteri dan parasit bisa mati oleh klorin yang terdapat dalam proses pengolahan air bersih. Sayangnya virus lebih kebal dan sulit disingkirkan.

- Mineral racun, seperti alumunium, arsenik, asbestos, florine, nitrat, atau merkuri, bisa terdapat dalam air ledeng. Biasanya jumlahnya relatif kecil, meski begitu polusi yang berasal dari industri dan pertambangan bisa membuat jumlah mineral racun ini meningkat.

- Senyawa organik, seperti sisa-sisa hewan, pestisida, minyak, cat, atau bahan pewarna.

- Bahan radioaktif, seperti uranium atau gas radiokatif dalam jumlah kecil sangat mungkin ditemukan dalam air bersih.

- Sisa-sisa bahan kimia yang dipakai untuk mengolah air sungai menjadi air bersih.

- Kontaminasi mikroba yang berasal dari p**a distribusi air dan tanpa sengaja terbawa air.

Air yang terkontaminasi bahan-bahan berbahaya bisa menjadi media penularan penyakit, seperti kolera, tifus, atau hepatitis A. Oleh sebab itu pastikan air yang dikonsumsi bersih dan sudah dimasak hingga matang.

Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/05/15560412/Apa.Isi.Air.Minum.Anda.>

= mhd yani=

System Pengolahan Air Kotor Ciptaan LIPI
02/01/2012

System Pengolahan Air Kotor Ciptaan LIPI

02/01/2012

LIPI Ciptakan Sistem Baru Pengolah Air Kotor
Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia berhasil menciptakan alat untuk mengolah air kotor menjadi air bersih yang layak diminum. Bahkan, air hasil olahan ini ditargetkan dapat memenuhi standar baku mutu kualitas air layak minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 907/Menkes/SK/VII/2002 secara uji fisika, kimia, dan biologi.

Air_1

Salah satu tim peneliti, Perdamean Sebayang, menjelaskan ide alat ini berawal saat banjir melanda beberapa daerah yang menyebabkan kurangnya pasokan air. Sistem pengolahan air bersih dan air minum LIPI ini dirancang agar mudah dibawa dan dapat dioperasikan tanpa sumber listrik dari PLN. Alat tersebut berukuran sekitar 1 meter x 1,5 meter dengan tinggi 1 meter.

Proses penyaringan air ini bermula dari sistem prefilter. Dalam sistem itu, ada 3 tahap yaitu, cyclone filter, filter media, dan sediment cartridge filter. Pada tahap cyclone filter, air kotor yang masuk akan tersaring berbagai kotoran, seperti lumpur, pasir besi, dan logam berat. Selanjutnya di tahap filter media, 3 tabung filter yang berisi silica sand, manganese sand, carbon active, cation exchange eesin akan menghilangkan bau dan keruh pada air. Sedangkan pada tahap cartridge filter, air akan menyaring berbagai kuman seperti protozoa, virus, dan bakteri.

"Setelah melewati 3 tahap ini, lalu masuk tahap ultra filtration yang menyaring jenis virus dan bakteri yang bentuknya lebih kecil yang belum tersaring. Lalu air masuk ke RO filter, dan air yang keluar adalah air bersih dan siap diminum," paparnya. Proses konversi air kotor menjadi air bersih ini hanya berlangsung dalam hitungan seperempat menit. Bahkan alat ini telah dirancang secara fisika tanpa menggunakan bahan kimia yaitu dengan menggunakan lapisan-lapisan dari ukuran yang paling kasar hingga paling halus dalam orde nanometer (sepermiliar meter). "Alat ini juga bisa untuk menyaring air laut," tambah Perdamean.

Alat yang menelan biaya Rp100 juta ini, bisa digerakkan dengan suplai listrik sebesar 5.000 watt. Air bersih yang dihasilkan bisa mencapai 1.200 liter per jam dan air minum sebanyak 600 liter per jam. Perawatannya hanya dilakukan dua hari sekali dengan melakukan pencucian endapan dan kotoran yang berada dalam filter.

Perdamean melanjutkan, saat ini LIPI telah memiliki satu unit alat yang siap dipakai. Saat ini p**a, tim yang beranggotakan 6 peneliti tengah menciptakan alat sejenis dengan harga yang terjangkau untuk bisa diaplikasikan di masyarakat.


Sumber:
National Geographic Indonesia (Online)
Jumat, 16 September 2011

02/01/2012

Penyakit-Penyakit Yang Terkait Air Tidak Bersih

Air bersih merupakan merupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan manusia.

Pada saat terpaksa, manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan, tetapi tidak dapat hidup tanpa air.

Barangkali hal itu juga berhubungan dengan kenyataan bahwa 70% dari tubuh manusia berupa air/cairan.

Penggunaan air untuk keperluan sehari-hari tanpa memperhatikan kualitasnya akan dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Karena air dapat berperan dalam penyebaran penyakit yang berkaitan dengan air.

Adapun penyakit-penyakit yang berkaitan dengan ketersediaan air bersih, diantaranya :

1. Karena keterbatasan air bersih.

Manusia menjadi sangat hemat air, misalnya lebih dipentingkan untuk minum, atau memasak, sedangkan untuk mencuci baju, mandi/kebersihan badan, kurang dipenuhi.

Akibatnya penyakit-2 kulit dapat berkembang karena kurang bersih, jamur, bakteri tumbuh pada permukaan kulit (kudis, panu, kurap, dsb)

2. Karena bakteri, virus, atau agent penyebab penyakit berada dalam air.

Bila tidak tersedia pilihan air bersih, maka dengan terpaksa manusia akan menggunakan air bersih yang ada.

Walaupun kriteria bersih yang digunakan relatif. Air bersih yang sebetulnya kurang bersih (misalnya asal kelihatan jernih) digunakan untuk mencuci beras, piring, sendok, gelas, sayuran.

Sayuran setelah dicuci tidak dimasak, misal digunakan sebagai lalapan, atau geals, piring sendok digunakan sebagai wadah makanan atau minuman, maka kemungkinan terjadi penyakit perut.

Seperti diare, disentri, kolera, tiphus, dan sebagainya karena bakteri penyebab penyakit memang berada dalam air yang sebelumnya digunakan.

3. Karena vektor pembawa kuman penyakit membutuhkan air dalam siklus hidupnya.

Misalnya penyakit dengan vektor nyamuk, seperti : demam berdarah, malaria, demam kuning, kaki gajah.

Nyamuk dalam perkembang biakannya membutuhkan media air.

Telur nyamuk tumbuh berkembang menjadi jentik-jentik dalam air, hingga sutua saat menjadi nyamuk dewasa.

Bila nyamuk dewasa tersebut menggigit manusia, yang dlam darahnya mengandung kuman/ bakteri penyakit, maka nyamuk tersebut bila menggigit orang berikutnya akan memasukkan kuman/bakteri penyakit dalam darahnya.

Namun tidak selamanya air bersih dapat diperoleh dengan mudah dan murah dengan kualitas dan kuantitas yang baik.

Banyak sumber-sumber air bersih yang sudah terpolusi akibat aktivitas manusia sehari-hari.

Di lain pihak jumlah penduduk semakin bertambah dan kebutuha akan air bersihpun semakin meningkat.

Address

Ds, Padang Bindu
Padangbindu
31352

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Air Minum Benakat Indah Lematang (AMBIL) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Air Minum Benakat Indah Lematang (AMBIL):

Share