28/12/2013
“Merayakan hari besar Agama lain”
Sebagai manusia yang hidup di negara yang banyak memiliki agama dan kepercayaan, kita tak terlepas dari orang lain yang memiliki keyakinan yang berbeda dengan kita. Tak tanggung-tanggung kita ikut serta merayakannya. Sebagai kawula terpelajar yang memiliki ilmu pengetahuan umum dan agama kita memiliki ketidak tahuan apakah kita boleh ikut merayakan hari besar agama lain, seperti hari raya natal dan tahun baru yang jelas-jelas itu hari besar kepunyaan agama kristen, atau hari besar agama lain yang ada di negara indonesia tercinta ini.
Dalam materi kita kali ini kita hanya membahas merayakan natalatau Natal bersama dengan mengkondisikan hari besar agama lain seperti budha, hindu, ataupun kong hu chu sama dengan hari besar yang di anut oleh agama kristen baik kristen protestan maupun khatolik.
Sering terjadi umat islam atau malah kita sendiri mengucapkan “Merry Christmas and happy new years” kepada teman, sahabat, karib kerabat kita yang jelas-jelas tidak seagama dengan kita. Karena kita para remaja yang memiliki pengetahuan kita juga harus tahu, apakah boleh kita ikut merayakannya???? Untuk itu perhatikan surat berikut dan penjelasan berikut ini:
•
1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah.
4. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. Dan kamu tidak pernah (p**a) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah.
6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
Surat Al Kafirun turun di mekah, surat tersebut berisi tentang tauhid dan pembebasan kemusyrikan serta kesesatan.orang-orang musrik mengajak rasulullah untuk menyembah tuhan mereka satu tahun lamanya dan merekapun bersedia menyembah Allah selama satu tahun, maka turunlah surat tersebut. Surat ini berisi penolakan secara tegas orang beriman terhadap penyembah berhala dan penolakan rasulullah terhadap ajaran orang kafir.
Sebernarnya, MUI Majelis Ulama Indonesia,, pada tanggal 7 Maret 1981, bertepatan dengan 1 Jumaidil awwal 1401 H, telah mengeluarkan fatwa “Haramnya Natal bersama”, yang mana fatwa tersebut menyatakan:
Perayaan natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa, akan tetapi natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal pelunturan akidah dan upaya kristenisasi.
Mengikuti upacara natal bersama bagi umat islam jelas hukumnya haram.
Agar umat islam tidak terjerumus kepada Syubhat (sesuatu yang tidak jelas) dan larangan Allah, dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan yang berbau Natal.
Secara kajian, sobat harus memahami bahwa laranagn melakukan atau menghadiri natal bersama itu adalah sebagai berikut:
Haram mencampuradukan akidah dengan ibadah dengan agama lain.
Menghadiri perayaan natal mesti tidak diiukuti dengan keyakinan, namun secara ritual adalah temasuk perbuatan mengcampuadukan akidah dan ibadah agama lain. Bener kan? Padahal Allah jelas-jelas mengharamkan hal itu di dalam surat Al Kafirun ayat 1 -6. dan SuratAl baqarah ayat 42 yang berbunyi: Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu[43], sedang kamu Mengetahui.
Menghadiri perayaan natal bersama dengan menuhankan nabi Isa dan orang yang menjadikan Nabi Isa sebagai tuhan telah ditetapkan sebagai orang kafir.
Ikut merayakan atau menghadiri perayaan natal juga tidak terlepas dari pengakuan atas ketuhanan Nabi Isa meski hanya secara simbolis. Karena itu nggak halal bagi orang muslim untuk menghadiri perayaan itu. nggak!.... nggak!.... nggak!....and nggak sich.!.... lihat lagi terjemahan surat Al maidah ayat 72 berikut: “Sesungguhnya Telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”.
Jadi, paham kan????? Nggak juga??? Macak cich! Jika masih belum paham juga, silahkan layangan pertanyaan sobat ke [email protected]. Insyaallah akan dijawab. Wallahua’lam.