23/05/2016
TANGGAPAN mengenai penggunaan Wantilan Pura Tirta Empul sebagai Lokasi HUT IGTKI Ke 66 Provinsi Bali.
Berikut kami sampaikan Kronologis tentang pemilihan lokasi.
Rencana awal :
Sesuai hasil audensi bulan Sep-Okt 2015 dengan Wakil Gubernur Bali Bapak Sudikerta, karena saat HUT IGTKI-PGRI ke 65 Tahun 2015 di Lapangan Bajra Sandi Renon, beliau sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, lalu meminta kami untuk mengadakan HUT serupa Tahun 2016 dan kebetulan yang menjadi Tuan Rumah adalah Kab. Gianyar. sesuai petunjuk Beliau agar mengadakan pendekatan dengan pihak Istana Kepresidenan Tampaksiring. dengan alasan agar seluruh guru TK dapat mengunjungi Istana Kepresidenan yang notebene berada di BALI.
YANG TERJADI :
Setelah kami mengadakan audensi dengan Kepala Istana Kepresidenan pada bulan Maret 2016 di dampingi oleh Camat Tampaksiring, Pengurus IGTKI Kab. Gianyar dan KEc. TAmpaksiring. di dapat jawaban bahwa dengan peserta sejumlah 1700 orang (awal) maka tidak dapat di adakan kegiatan di dalam istana karena ijin harus langsung ke Kemensekneg di Jakarta. namun kami di berikan waktu untuk berkunjung. setelah berembuk akhirnya diputuskan Wantilan Pura Tirta Empul yang sanggup menampung peserta yang akan hadir dan tidak terlalu jauh dari Istana
RENCANA SELANJUTNYA :
Setelah itu kami bersurat kepada Jro Bendesa Pengemong Pura Tirta Empul dan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi antara IGTKI dan Pemda Gianyar bertempat di Aula Camat Tampaksiring yang dihadiri oleh Perwakilan dari GOPTKI Kab. Gianyar, Disdikpora Kab. Gianyar, Camat Tampaksiring, Perbekel Desa Manukaya, Jro Bendesa Pengemong Pura Tirta Empul, dan Polsek Tampaksiring.
maka di dapat Hasil bahwa IGTKI-PGRI Prov. Bali diijinkan untuk menggunakan Wantilan Pura Tirta Empul dalam rangka HUT Ke 66 Tahun 2016. dilanjutkan dengan meninjau lokasi yang akan di pergunakan.
HARI H :
Kami di beritahu bahwa di kawasan Tirta Empul ada acara dari INTERHASH dan pihak istana memberi waktu buka gerbang hingga jam 2 siang. sehingga kami mohon maaf karena rekan-rekan harus berjalan kaki menuju istana karena parkir akan dipakai oleh peserta INTERHASH. dan pengumuman pemenang menjadi tertunda.
Untuk masalah kebersihan di lokasi acara, Kami pengurus Provinsi dibantu oleh panitia, melaksanakan pembersihan lokasi dari sampah makanan dan peralatan lomba saat rekan-rekan kunjungan ke Istana. jadi saat kami meninggalkan Wantilan dan halaman luar yang digunakan untuk lomba sudah dalam keadaan bersih.
Demikian kami sampaikan. agar permasalahan ini menjadi jelas adanya. Suksme
Jadi penggunaan Wantilan Pura Tirta Empul pada saat Rahinan Purnama merupakan hasil rapat yang telah dipikirkan dengan sebaik-baiknya