Philosophy
BAMBU / BAMBOO [BULO]
1.Sebelum tumbuh akar bambu lebih dulu mengutkan dirinya sendiri, meskipun berakar serabut, pohon bambu tahan terhadap terpaan angin kencang, dengan kelenturannya dia mampu bergoyang bak seorang penari balet, fleksibilitas itu lah bambu. gerak yang mengikuti arus angin …tetapi tetap kokoh berdiri di tempatnya mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak pada ketegu
han hati dalam menjalani hidup walau penuh cobaan dan tantangan, namun tidak kaku.
2.Akar Bambu memiliki struktur yang unik karena terkait secara horizontal dan vertikal, sehingga dia tidak mudah ptah dan mampu berdiri kokoh untuk menahan erosi dan tanah longsor di sekitarnya, hikmah yang dapat kita ambil adalah bahwa agar kita mampu berguna baik untuk diri kita sendiri dan orang lain, sehingga akan membuat hidup kita lebih bermakna dan bermanfaat dalam kehidupan kita.
3.Bambu juga dapat di simbolkan sebagai sebuah siklus hidup manusia, contohnya setelah tunas tumbuh lalu keluar lah rebung, ini mengajarkan bagaimana kita perlu proses untuk menjadi lebih baik, dengan kesabaran, ketekunan, kegigihan dalam berusaha itu lah yang akan menjadi pintu kesuksesan seseorang, yah walaupun mungkin standar kesuksesan berbeda setiap orang, tapi itu bisa mengajarkan kita bagaimana cara berproses, hidup bukan sesuatu yang instan tapi dia berproses, tinggal bagaimana kita bisa menjadikan proses ini menjadi lebih berguna bagi kita semua.
4.Kemampuan bambu untuk tumbuh ditempat yang sulit menyebabkan bambu tersebar dalam area yang sangat luas dari kawasan yang terbentang diantara 50 derajad lintang utara dan 47 derajad lintang selatan. Penyebaran yang luas memungkinkan banyak sekali penggunaan bambu untuk tujuan yang berbeda, sumpit di kawasan Asia Timur seperti jepang dan korea, bahan anyaman untuk wadah, perangkap ikan, sampai alat musik dan obor penerangan, ini mengajarkan kita bahwa dimanapun kita berada, dimana bumi dipijak, senantiasa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan sekitar kita, sesulit apapun keadaan, tak ada kata menyerah untuk terus tumbuh, tak ada alasan untuk berlama-lama terpendam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun pertumbuhan demi pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kondisi yang paling sulit sekalipun.
5.Dari klasifikasinya, bambu tergolong dalam tanaman rumput. Meskipun berlatar tanaman rumput, bambu menjadi beda lantaran karakternya. Kegunaan dan caranya bambu mengekspresikan dirinya menjadikan bambu sebagai rumput yang berbeda. Dalam kehidupan pun, latar belakang kita sebenarnya bukanlah penentu. Tetapi, bagaimana kita berupaya mengekpresikan potensi diri, tidak peduli latar belakang yang ada. Itulah yang akhirnya, membuat kita menjadi pribadi yang luar biasa.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
POHON KELAPA / COCONUT / [KALUKU]
Pohon kelapa hidup di dataran tropis. Oleh banyak penyair pohon kelapa sering ditulis dengan sebutan pohon nyiur. Tidak sedikit kata-kata pohon nyiur masuk dalam bait-bait puisi para penyair. Sebab pohon kelapa juga mempunyai keindahan bentuknya. Bisa dibilang pohon kelapa adalah tumbuhan multifungsi. Nyaris tak ada yang tidak bisa dimanfaatkan dari tumbuhan pohon kelapa. Semua berguna bagi kehidupan manusia. Akarnya yang tunggang menghunjam ke bumi dimanfaatkan orang untuk ramuan obat-obatan, juga berbagai bentuk karya seni menarik. Batang tubuhnya yang kurus namun menjulang tinggi mencakar langit bermanfaat untuk dibuat balok atau papan sebagai bahan dasar bangunan rumah. Daun-daunnya digunakan untuk membuat berbagai anyaman indah salah satunya ketupat. Lidinya buat sapu. Tempurung buahnya dibuat asbak rokok, cangkir minuman, maupun benda-benda menarik lainnya. Isi buahnya bisa dibuat minyak, atau santannya untuk menggulai makanan. Sabut dan tempurung buahnya juga bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar. Benar-benar tak ada yang terbuang percuma sedikitpun dari tubuh pohon kelapa. Banyaknya manfaat pohon kelapa dengan sendirinya manusia bisa berproduksi untuk menambah ekonomi keluarga. Petani-petani kelapa hidup sejahtera dengan mengembangkan kebun kelapanya. Dengan kelapa pula di kota-kota besar berdiri pabrik-pabrik olahan minyak kelapa hingga merekrut banyak tenaga kerja. Dari pohon kelapa juga melahirkan seniman-seniman hebat yang menghasilkan karya seni berkelas dunia. Di sana sini muncul kilang kayu yang mengolah batang kelapa menjadi kayu berkualitas tinggi. Multifungsi yang dimiliki pohon kelapa ini hendaklah menjadi cerminan diri seorang manusia. Bagaimana pun kondisinya seorang manusia harus memberikan manfaat bagi manusia lain. Bukan malah menjadi beban karena tingkah laku yang bertentangan dengan hukum kehidupan. Manusia yang bermanfaat kepada orang lain adalah mereka yang merasa bertanggung jawab membantu saudara-saudaranya yang membutuhkan. Ketika di kiri kanan rumahnya banyak terdapat orang-orang miskin, ia akan menunda keberangkatannya naik haji yang kedua atau yang ketiga kali. Ia akan mendahulukan memberi makan tetangga-tetangganya yang kekurangan atau membantu pendidikan anak-anak mereka sehingga mampu mengecap jenjang perguruan tinggi. Pintu rumahnya selalu terbuka bagi kedatangan orang-orang yang membutuhkan. Dirinya menjadi tempat mengadu, tempat berkeluh kesah, memintakan tolong, sebab sudah menjadi kewajiban dirinya menolong karena rezeki yang ada padanya hanyalah titipan Allah SWT yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak. Jika prinsip ini terpatri pada diri seorang manusia yang mapan hidupnya, alamat entaslah kemiskinan di negeri ini. Sebuah cerita yang cukup populer di kalangan warga Muhammadiyah, suatu kali Kiai Haji Ahmad Dahlan—pendiri Perserikatan Muhammadiyah—memberikan tugas kepada santri-santrinya agar memahami QS Al-Ma’un. Santrinya pun berlomba-lomba menghafal surat itu dan melagukan bacaan ayatnya seindah mungkin. Tajwid dan makhrajnya fasih. Ketika masa uji tiba, Kiai bertanya kepada santrinya, “Sudah mengerti pesan dalam surat itu?” Para santri menjawab serentak, “Sudah, Kiai.”
“Bagaimana isi pesan itu?” tanya Kiai lagi. “Kamu?” Seorang santri yang ditunjuk membacakan ayat dimaksud dengan suara merdu lalu menjelaskan terjemahannya sampai selesai. Santri lain yang juga ditunjuk melakukan hal yang sama. Setelah beberapa orang membaca ayat itu dan berbuat sama satu dengan lainnya, Kiai berkesimpulan bahwa para santrinya belum paham dengan tugas yang ia berikan. Dalam dialog tersebut sebenarnya terselip pesan penting bahwa agama tidak cuma minta dipahami namun juga harus diamalkan. Disinilah pentingnya kesalehan ritual yang diiringi kesalehan sosial. Sebab jika satu saja yang timpang alamat tidak baik hasilnya. Ini pula yang melatarbelakangi Perserikatan Muhammadiyah mendirikan banyak Panti Asuhan untuk menyantuni anak-anak yatim piatu. Untuk itu pantaslah manusia belajar dari filosofi hidup pohon kelapa yang memberi manfaat bagi kehidupan. Dengan belajar itupula, manusia telah meletakkan dirinya benar-benar sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Bukan sebagai makhluk individual yang cenderung materialis dan berjiwa borjuis. Banyak yang mengagung-agungkan pohon kelapa sebagai lambang keindahan dan kebijaksanaan sampai-sampai tercipta lagu Rayuan Pulau Kelapa yang menggambarkan keindahan negri Indonesia yang elok dan amat dicintai oleh masyarakatnya. Pohon kelapa yang menghiasi dan tumbuh subur di pantai indah melambai-lambai. Dari filosofi sebatang pohon kelapa inilah, kita mampu menggambarkan suatu organisme atau makhluk hidup yang tangguh dan eksis dalam kondisi lingkungan yang minim. Mulai dari ujung perakaran sampai buahnya, kelapa berguna bagi makhluk hidup lain. Seandainya manusia sanggup menjalankan kehidupannya dengan mengambil filosofi pohon kelapa, dia akan menjadi manusia yang tegar, kokoh, dan tidak terombang-ambing oleh arus kebusukan sosial. Meski hidup kekurangan, dia mampu berusaha untuk melangsungkan hidupnya dan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Tumbuh dimana saja
Kita hampir menemukan pohon kelapa dimanapun kita berada. Di desa, kota, sawah, ladang, kebun, bahkan sangat banyak ditemukan di pantai. Yang kita ketahui bahwa tidak banyak pohon yang dapat tumbuh subur di daerah pantai karena pantai merupakan daerah yang memiliki sedikit nutrisi dalam tanahnya dan struktur tanahnya juga yang berupa pasir. Namun tanaman ini mampu menopang tubuhnya atas bantuan akar yang disesuaikan dengan karakter tempatnya tumbuh. Perakaran yang serabut dengan serabut yang besar dapat membantu tanaman ini untuk berdiri tegak dan kokoh walau sebesar apapun tubuhnya, selebat apapun daunnya, dan sebanyak apapun buahnya. Bahkan buah kelapa tua yang jatuh dengan sendirinya dapat tumbuh menjadi tunas kelapa yang baru untuk membentuk generasi penerusnya. Hal ini yang seharusnya dapat kita pelajari dan kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Besok, lusa, satu minggu lagi, satu bulan lagi, satu tahun lagi, atau entah kapan, kita pasti akan beranjak dari tempat kita tinggal saat ini. Setiap makhluk hidup diciptakan untuk dapat melangsungkan hidupnya, tumbuh, dan berkembang biak dimanapun mereka tinggal. Oleh karena itu, makhluk hidup diberi kemampuan beradaptasi agar dapat bertahan hidup. Adaptasi merupakan keadaan dimana makhluk hidup mampu menyesuaikan tingkah laku dan tindakannya sesuai tempat mereka tinggal. Sebagian manusia yang tinggal di daerah dingin beradaptasi dengan menutup seluruh tubuhnya dengan baju yang tebal agar tidak kedinginan. Bila terbiasa tinggal di kota dimana seluruh fasilitas terpenuhi, manusia tidak akan mati begitu saja saat pindah ke desa yang masyarakatnya jauh lebih sederhana. Mereka harus mampu menyesuaikan diri dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna karena manusia diberi kemampuan untuk berpikir juga dengan semangat dan kegigihannya, manusia hidup. Manusia dipaksa berpikir untuk melangsungkan hidupnya bagaimanapun caranya, jalan yang halal masih banyak ditemukan untuk apa memilih jalan yang dilarang. Banyak manfaatnya
Kelapa merupakan tanaman yang sangat luar biasa manfaatnya, hampir di setiap tempat kita menemukan hasil olahan dari pohon kelapa. Menu-menu makanan, seperti sayur lodeh, soto, rendang, kue serabi, es kacang hijau, kolak yang biasa kita makan saat buka puasa, es kelapa muda, dan lain-lain, semuanya merupakan hasil olahan dari daging buah kelapa. Memang benar-benar sempurna tanaman kelapa ini, buah kelapa tua maupun muda, dari luar sampai dalam dapat dimanfaatkan. Kulit kelapa yang biasa disebut sabut kelapa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah yang belakangan ini langka, keset (Jawa), dan ada pula yang memanfaatkannya sebagai bahan media tanam. Cangkang atau batok kelapa sebagai pengganti gelas yang sering kita gunakan untuk minum jamu, arang batok kelapa berguna sebagai penjernih air dan penawar racun, dan banyak dijumpai pada toko-toko kerajinan tangan. Air buah kelapa dapat dimanfaatkan sebagai serat yang dibutuhkan manusia melalui pengolahan dengan proses fermentasi yaitu nata de coco.. Tidak hanya buahnya, pelepah daun, tangkai daun, dan daunpun dapat dimanfaatkan. Contohnya sebagai bahan bakar, penutup rumah pengganti genting pada sebagian penduduk Papua primitive, sapu lidi, dan bahan membuat sarung ketupat yang banyak diperdagangkan sebagai tradisi Hari Raya Idul Fitri. Itu semua masih buah dan daun, batang kelapa dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan bahan kerangka rumah. Akar berguna sebagai obat cacingan. Pohon kelapa sendiri mampu memberi kita keteduhan dan melindungi daratan bila terjadi gelombang pasang di pantai. Manfaat kelapa yang luar biasa banyak dan hampir tidak menghasilkan limbah merupakan refleksi dari manusia. Sebagai manusia, kita hidup tidak hanya untuk diri kita sendiri. Sudah merupakan kaidah bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, manusia diciptakan untuk dapat saling membutuhkan dan saling membantu sesamanya. Seluruh bagian pada manusia dapat berguna membantu orang lain, seperti contohnya kaki seorang tukang pos untuk mengantarkan surat ke rumah, tangan untuk membantu teman yang jatuh, memberi sedekah, badan untuk menopang teman yang lelah, senyuman membantu membangkitkan semangat, mulut membantu teman menyelesaikan masalah, mata membantu orang lain dalam mengungkap suatu fakta kebenaran, hal-hal kecil yang paling penting adalah pikiran dan kemauan dari hati kita. Karena semua kebaikan yang kita lakukan tidak luput dari fungsi otak dan keinginan kita dalam menolong. Kita tahu kebaikan apa yang harus kita perbuat namun tanpa adanya keinginan membantu, kebaikan itu tidak akan terlaksana. Melakukan suatu kegiatan, tubuh tidak hanya mengandalkan satu bagian tubuh. Bagian-bagian tubuh bekerjasama untuk menunjang kegiatan yang kita lakukan, begitu pula kita. Manusia harus bekerjasama dalam mengerjakan pekerjaannya agar terasa lebih mudah dan ringan. Manusia indah
Hidup dengan berpegang pada filosofi pohon kelapa dapat membantu kita menjalani kehidupan yang sejahtera, makmur, dan nyaman. Mampu beradaptasi terhadap segala macam kondisi, tegar dan bersemangat menjalani hidup juga suka membantu orang lain dalam menyelesaikan masalah. Kehidupan seperti itu mampu mengantarkan kita menuju manusia yang indah seperti indahnya Pohon-pohon kelapa yang menghiasi pantai negri ini. Namun tidak kalah pentingnya untuk tetap bersyukur kepada Tuhan yang menciptakan kita dan telah memberi kita keindahan tubuh dan alam.