As-Syifa YASIN Foundation

As-Syifa YASIN Foundation As-Syifa Yasin Foudation adalah yayasan yg saat ini baru bergerak dibidang sosial kemasyarakatan (peduli yatim piatu & dhuafa) yg beralamat di : Kp. Bekasi

Rawajulang Rt. 05/02 Ds.Mekarwangi Kec. Cikarang Barat Kab.

Acara  besar  As-Syifa Yasin tgl 17 juni 2017
22/06/2017

Acara besar As-Syifa Yasin tgl 17 juni 2017

Kalo udah urusan yatim, semua di lupakan....
18/03/2016

Kalo udah urusan yatim, semua di lupakan....

18/03/2016

*** Cinta Ibu tak akan Berobah ***

Alkisah dahulu kala, di sebuah desa..............., hiduplah seorang ibu yang sudah tua dengan anak satu-satunya.
Suaminya telah meninggal beberapa tahun lalu karena sakit akut yang dideritanya.

Seringkali ibu tua tersebut merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Ia sangat mengkhawatirkan tabiat buruknya..................
Ia s**a mencuri, Mabuk-mabukan, Berjudi, dan masih banyak lagi sifat buruk lainnya.

Ibu tua tersebut seringkali meratap menangisi nasibnya.
Tapi ia tak lupa selalu berdoa kepada Allah.
"Ya Allah, tolonglah hamba-Mu ini.................... Sadarkanlah anakku yang kusayangi. Jauhkanlah ia dari berbuat kemaksiatan.
Aku sudah tua.,....... Aku ingin sekali melihat anakku bertaubat sebelum ajalku tiba."
Namun semakin hari kelakuan anaknya semakin menjadi-jadi.
Bahkan ia semakin sering keluar masuk penjara akibat perbuatan kejahatannya.

Suatu hari ia kembali ditangkap ketika kedapatan sedang mencuri di rumah salah seorang penduduk desa.
Maka dihadapkanlah ia kepada Raja untuk diadili.

Malang tak dapat ditolak, Untungpun tak dapat diraih.
Saat diadili ia terbukti mencuri dan dijatuhi hukuman pancung sampai mati.
Maka keputusan tersebut segera diumumkan kepada semua penduduk.
Dan eksekusinya akan segera dilaksanakan di depan umum untuk membuat efek jera buat yang lain.

Pada akhirnya berita hukuman tersebut sampai juga kepada si ibu tua.
Ia kembali menangis meratapi nasib anak satu-satunya.
Anak yang dikasihinya akan menjemput ajal mendahuluinya.
"Ya Allah,...........!, ampuni dosa anak hamba.
Biarlah hamba yang sudah tua ini yang akan menanggung dosanya......" doa ibu tua tersebut.

Sehari sebelum pemancungan, berangkatlah si ibu tua untuk menemui Sang Raja. Setelah bertemu Raja, ia memohon pengampunan atas anaknya agar hukuman bisa dibatalkan.
Akan tetapi keputusan sudah sang Raja sdh bulat........ Anaknya pun harus tetap
menjalani hukumannya.

Dengan perasaan hati yang hancur, ibu tua tersebut p**ang kembali ke rumahnya.
Tak henti- hentinya ia berdoa kepada Allah agar anaknya diberi pengampunan oleh Raja.
Hingga akhirnya ia tertidur karena kelelahan.
Keesokan harinya penduduk desa datang berbondong-bondong ke tempat yang telah ditentukan untuk menyaksikan proses pemancungan.
Terlihat Sang Algojo telah siap dengan pedang tajamnya yang telah terhunus.
Sekali bunyi lonceng berdentang, maka si Algojo akan langsung mengeksekusi.

Tampak si anak terlihat pasrah akan nasibnya.
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua.
Tanpa sadar ia meneteskan air mata.
Menyesali apa-apa yang telah diperbuatnya.
Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba.
Lonceng kematianpun telah ditarik...............................................
Tapi, apa yg terjadi.................
Ternyata lonceng tsb tdk berbunyi.
Kembali ditarik oleh petugas penariknya...... Dentangan bunyinya pun tak kunjung
terdengar.
Para petugaspun kebingungan....... Tak seperti biasanya dengan satu tarikan,
maka dentangan lonceng tersebut langsung berbunyi dengan kerasnya.
Akan tetapi kali ini sudah ditarik berkali-kali suara loncengpun tak jua berbunyi.
Ada apakah gerangan......................?
Sang petugas penarik tali lonceng terkaget-kaget, Seakan tak percaya.
Tiba-tiba dari atas tali lonceng mengalir darah.

Ternyata darah tersebut mengalir dari arah lonceng tempat dimana lonceng tersebut diikat.
Seluruh penduduk ikut terheran- heran.
Beberapa petugas naik memeriksa lonceng tersebut.
Innalillah...............................!!!
Ternyata didalam lonceng tersebut ditemukan tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah.
Ia memeluk bandul di dalam lonceng tersebut agar tidak berbunyi saat ditarik.
Sebagai gantinya, kepala ibu tua tersebut yang membentur lonceng.
Semua penduduk tertunduk penuh haru menyaksikan pemandangan tersebut.
Tak sedikit p**a yang meneteskan airmata.
Sementara si anak menangis meraung-raung sambil memeluk jasad ibunya yang telah diturunkan.
Ia teramat menyesal telah banyak menyusahkan ibunya.
Ternyata si ibu (tanpa seorangpun tahu) telah memanjat dengan bersusah payah keatas lonceng.
Dan mengikatkan tubuhnya dalam lonceng.
Maksud hati agar lonceng tak berbunyi dan menghindari hukuman pancung anaknya. Ia rela mengorbankan jiwanya demi sebuah Cinta dan kasih sayang kepada anak satu-satunya.

( Itulah bentuk kasih sayang seorang ibu. Walau kepada anak yang tlh menyakitinya ).

bisa diambil hikmah dr cerita tsb........

-------------------------------------------

Parade drumband
18/02/2016

Parade drumband

28/03/2015

Topik penelitian Ane kali ini adalah perilaku2
SUAMI pada istri saat BARU dan setelah LAMA
menikah.***
Beginilah hasilnya:
______________________________________________
SAAT BERJAUHAN
Kalo baru merit: SMS 7 kali sehari!
Udah lama merit: SMS 7 hari sekali!
----------------------------------------------------------------------------
NYURUH SHOLAT
Baru Nikah:
"Ayo sayang sholat, salah satu momen indah dalam
hidupku adalah saat memandang wajahmu yg basah
air wudhu, Beb...
Udah Lama:
"Eh ulat ketumbar....! Cepetan sholat....?! Apa perlu
gue panggilin orang
sekampung buat nyolatin elu.....?! Hah.....?!".
Muahaha... *ngakak dikit* p**s
----------------------------------------------------------------------------
TELAT BANGUN
Baru Kawin:
"Cinta... Tidur kamu p**as bgt sih, aku ga tega
bangunin kamu, takut ganggu mimpi indah kamu...
Kawin Udah 10 tahun:
"Gilak! Loe tidur apa mati...??? Anteng banget......!!
Bangun woey....! Bedak loe dimakan ayam noh.........!!!
".
----------------------------------------------------------------------------
PAS MALAM JUM'AT
Penganten Anyar:
Ehem... Kalo ini sih ane ga berani ngejelasin, banyak
adek2 yg belum boleh tau, mhexixixi.. Yg pasti ning
nong ning gung, kikuk kikuk sunnah Rassul bgt....!!!.
Penganten Lawas:
Pergi ke pengajian, p**angnya....mampir ke pos
Ronda main Catur sambil nungguin kuntilanak lewat
ampe pagi.
males p**ang.....
muhahaha*
----------------------------------------------------------------------------
KALO TELAT MAKAN
Baru Nikah:
"Sayang jangan lupa makan yah....??, supaya kamu
selalu punya tenaga untuk mencintaiku..."
Udah Lama Nikah: "Ma'e, jangan telat2 makan gitu,
ntar mati...
----------------------------------------------------------------------------
MASAK KEASINAN
Baru Merried:
"Tau ga beb......., waktu kamu mandi tadi, aku coba
cicipin masakanmu rasanya asin. Tapi begitu kamu
ada di sini di meja makan ini menemaniku, rasanya
tuh jadi manis gitu..........
Merried di atas 10 tahun:
"Ini Sayur tadi loe bumbuin upil berapa sendok
sih...??? Kok asinnya semena-mena gini...........!!".
----------------------------------------------------------------------------
SOUNDTRACK KEHIDUPAN
Penganten Baru:
"Sekarang atau 50 tahun lagi ku akan tetap
mencintaimuu..
Udah Lama:
"Nelongso temen urepkuuu... Urep pisan ono alam
ndonyo........
*banting piring seng *

03/01/2015

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Rekan-rekan Fb dan anggota Group As-Syifa Yasin kami panitia akan mengadakan santunan besar dan maulid nabi Muhammad SAW 1436 H. untuk itu kami membutuhkan beberapa kebutuhan barang untuk yatim piatu dan dhuafa khususnya sembako yang tertera di bawah ini :

1. Beras 5 kg X 174 orang = 870 kg
2. minyak sayur 1 kg X 174 orang = 174 kg
3. gula pasir 1 kg X 175 orang = 174 kg
4. sarden 1kaleng X 175 orang = 174 kaleng
5. teh 1 kotak X 175 orang = 174 kotak
6. mie instan 5 bungkus X 175 orang = 870 bungkus.

adapun barang tersebut paling telat kami terima tanggal 14 februari 2015, pengecekan ulang tanggal 15-18 februari, pengepakan barang tanggal 19 februari. dan penyerahan barang tersebut adalah tanggal 21 februari 2015. di acara " SANTUNAN BESAR YAYASAN AS-SYIFA YASIN & TABLIGH AKBAR MAULIDURRASUL MUHAMMAD SAW 1436 H. yang bertempat di :

Kp. rawajulang Rt 05/02 Ds. Mekarwangi kec. Cikarang Barat Bekasi.
salurkan bantuan anda untuk yatim piatu & dhuafa yang tergabung di Yayasan As-Syifa Yasin. Bantuan anda berapapun itu sangat berarti bagi mereka terimakasih. info selanjutnya dapat menghubungi
agus :0813.8019.4037

28/12/2014

Kisah Seorang yang 7 kali naik Haji tidak bisa melihat Ka’bah

Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan (bukan nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu senang dengan ajakan anaknya itu. Sebagai muslim yang mampu secara materi, mereka memang berkewajiban menunaikan ibadah Haji.

Segala perlengkapan sudah disiapkan. Singkatnya ibu anak-anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Kondisi keduanya sehat wal afiat, tak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka melakukan thawaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam. “Labaik allahuma labaik, aku datang memenuhi seruanMu ya Allah”.

Hasan menggandeng ibunya dan berbisik, “Ummi undzur ila Ka’bah (Bu, lihatlah Ka’bah).” Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi berwarna hitam itu. Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi, ia terdiam. Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya.

Hasan kembali membisiki ibunya. Ia tampak bingung melihat raut wajah ibunya. Di wajah ibunya tampak kebingungan. Ibunya sendiri tak mengerti mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan. beberapakali ia mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah kegelapan.

Padahal, tak ada masalah dengan kesehatan matanya. Beberapa menit yang lalu ia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita. Tujuh kali Haji Anak yang sholeh itu bersimpuh di hadapan Allah. Ia shalat memohon ampunan-Nya. Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitullah, mengharap rahmatNYA. Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala kebesaran-Nya, tanpa merasakan kuasa-Nya dan juga rahmat-Nya.

Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yang sungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan anugrah-Nya, dengan menatap Ka’bah, kelak. Anak yang saleh itu berniat akan kembali membawa ibunya berhaji tahun depan. Ternyata nasib baik belum berpihak kepadanya.

Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi. Ibunya kembali dibutakan di dekat Ka’bah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan yang merupakan symbol persatuan umat Islam itu. Wanita itu tidak bisa melihat Ka’bah.

Hasan tidak patah arang. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci tahun berikutnya.

Anehnya, ibunya tetap saja tak dapat melihat Ka’bah. Setiap berada di Masjidil Haram, yang tampak di matanya hanyalah gelap dan gelap. Begitulah keganjilan yang terjadi pada diri Sarah. hingga kejadian itu berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji.

Hasan tak habis pikir, ia tak mengerti, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta di depan Ka’bah. Padahal, setiap berada jauh dari Ka’bah, penglihatannya selalu normal. Ia bertanya-tanya, apakah ibunya punya kesalahan sehingga mendapat azab dari Allah SWT ?. Apa yang telah diperbuat ibunya, sehingga mendapat musibah seperti itu ? Segala pertanyaan berkecamuk dalam dirinya. Akhirnya diputuskannya untuk mencari seorang alim ulama, yang dapat membantu permasalahannya.

Beberapa saat kemudian ia mendengar ada seorang ulama yang terkenal karena kesholehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat). Tanpa kesulitan berarti, Hasan dapat bertemu dengan ulama yang dimaksud.

Ia pun mengutarakan masalah kepada ulama yang saleh ini. Ulama itu mendengarkan dengan seksama, kemudian meminta agar Ibu dari hasan mau menelponnya. anak yang berbakti ini pun p**ang. Setibanya di tanah kelahirannya, ia meminta ibunya untuk menghubungi ulama di Abu Dhabi tersebut. Beruntung, sang Ibu mau memenuhi permintaan anaknya. Ia pun mau menelpon ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya di tanah suci. Ulama itu kemudian meminta Sarah introspeksi, mengingat kembali, mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya di masa lalu, sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah. Sarah diminta untuk bersikap terbuka, mengatakan dengan jujur, apa yang telah dilakukannya.

“Anda harus berterus terang kepada saya, karena masalah Anda bukan masalah sepele,” kata ulama itu pada Sarah.

Sarah terdiam sejenak. Kemudian ia meminta waktu untuk memikirkannya. Tujuh hari berlalu, akan tetapi ulama itu tidak mendapat kabar dari Sarah. Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka, akhirnya Sarah menelpon. “Ustad, waktu masih muda, saya bekerja sebagai perawat di rumah sakit,” cerita Sarah akhirnya. “Oh, bagus…..Pekerjaan perawat adalah pekerjaan mulia,” potong ulama itu. “Tapi saya mencari uang sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, tidak peduli, apakah cara saya itu halal atau haram,” ungkapnya terus terang. Ulama itu terperangah. Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian.

“Disana….” sambung Sarah, “Saya sering kali menukar bayi, karena tidak semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yang menginginkan anak laki-laki, padahal bayi yang dilahirkannya perempuan, dengan imbalan uang, saya tukar bayi-bayi itu sesuai dengan keinginan mereka.”

Ulama tersebut amat terkejut mendengar penjelasan Sarah.

“Astagfirullah……” betapa tega wanita itu menyakiti hati para ibu yang diberi amanah Allah untuk melahirkan anak. bayangkan, betapa banyak keluarga yang telah dirusaknya, sehingga tidak jelas nasabnya.

Apakah Sarah tidak tahu, bahwa dalam Islam menjaga nasab atau keturunan sangat penting.

Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas. Padahal, nasab ini sangat menentukan dalam perkawinan, terutama dalam masalah mahram atau muhrim, yaitu orang-orang yang tidak boleh dinikahi.

“Cuma itu yang saya lakukan,” ucap Sarah.

“Cuma itu ? tanya ulama terperangah. “Tahukah anda bahwa perbuatan Anda itu dosa yang luar biasa, betapa banyak keluarga yang sudah Anda hancurkan !”. ucap ulama dengan nada tinggi.

“Lalu apa lagi yang Anda kerjakan ?” tanya ulama itu lagi sedikit kesal.

“Di rumah sakit, saya juga melakukan tugas memandikan orang mati.”

“Oh bagus, itu juga pekerjaan mulia,” kata ulama.

“Ya, tapi saya memandikan orang mati karena ada kerja sama dengan tukang sihir.”

“Maksudnya ?”. tanya ulama tidak mengerti.

“Setiap saya bermaksud menyengsarakan orang, baik membuatnya mati atau sakit, segala perkakas sihir itu sesuai dengan syaratnya, harus dipendam di dalam tanah. Akan tetapi saya tidak menguburnya di dalam tanah, melainkan saya masukkan benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati.”

“Suatu kali, pernah seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa, saya memasukkan berbagai barang-barang tenung seperti jarum, benang dan lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa benda-benda itu seperti terpental, tidak mau masuk, walaupun saya sudah menekannya dalam-dalam. Benda-benda itu selalu kembali keluar. Saya coba lagi begitu seterusnya berulang-ulang. Akhirnya, emosi saya memuncak, saya masukkan benda itu dan saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan.”

Mendengar penuturan Sarah yang datar dan tanpa rasa dosa, ulama itu berteriak marah.

“Cuma itu yang kamu lakukan ? Masya Allah….!!! Saya tidak bisa bantu anda. Saya angkat tangan”.

Ulama itu amat sangat terkejutnya mengetahui perbuatan Sarah. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya ada seorang manusia, apalagi ia adalah wanita, yang memiliki nurani begitu tega, begitu keji. Tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ada wanita yang melakukan perbuatan sekeji itu.

Akhirnya ulama itu berkata, “Anda harus memohon ampun kepada Allah, karena hanya Dialah yang bisa mengampuni dosa Anda.”

Bumi menolaknya. Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudian ulama tidak mendengar kabar selanjutnya dari Sarah. Akhirnya ia mencari tahu dengan menghubunginya melalui telepon. Ia berharap Sarah telah bertobat atas segala yang telah diperbuatnya. Ia berharap Allah akan mengampuni dosa Sarah, sehingga Rahmat Allah datang kepadanya. Karena tak juga memperoleh kabar, ulama itu menghubungi keluarga Hasan di mesir. Kebetulan yang menerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama menanyakan kabar Sarah, ternyata kabar duka yang diterima ulama itu.

“Ummi sudah meninggal dua hari setelah menelpon ustad,” ujar Hasan.

Ulama itu terkejut mendengar kabar tersebut.

“Bagaimana ibumu meninggal, Hasan ?”. tanya ulama itu.

Hasanpun akhirnya bercerita : Setelah menelpon sang ulama, dua hari kemudian ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia. Yang mengejutkan adalah peristiwa penguburan Sarah. Ketika tanah sudah digali, untuk kemudian dimasukkan jenazah atas ijin Allah, tanah itu rapat kembali, tertutup dan mengeras. Para penggali mencari lokasi lain untuk digali. Peristiwa itu terulang kembali. Tanah yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup rapat. Peristiwa itu berlangsung begitu cepat, sehingga tidak seorangpun pengantar jenazah yang menyadari bahwa tanah itu kembali rapat. Peristiwa itu terjadi berulang-ulang. Para pengantar yang menyaksikan peristiwa itu merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh terjadi. Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan dengan perbuatan si mayit.

Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus asa dan kecapaian karena pekerjaan mereka tak juga usai. Siangpun berlalu, petang menjelang, bahkan sampai hampir maghrib, tidak ada satupun lubang yang berhasil digali. Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak p**ang. Jenazah itu dibiarkan saja tergeletak di hamparan tanah kering kerontang.

Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan tidak tega meninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa dikubur. Kalaupun dibawa p**ang, rasanya tidak mungkin. Hasan termenung di tanah perkuburan seorang diri.

Dengan ijin Allah, tiba-tiba berdiri seorang laki-laki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus orang Mesir. Lelaki itu tidak tampak wajahnya, karena terhalang tutup kepalanya yang menjorok ke depan. Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian berkata padanya,” Biar aku tangani jenazah ibumu, p**anglah!”. kata orang itu.

Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, Ia berharap laki-laki itu akan menunggu jenazah ibunya. Syukur-syukur mau menggali lubang untuk kemudian mengebumikan ibunya.

“Aku minta supaya kau jangan menengok ke belekang, sampai tiba di rumahmu, “pesan lelaki itu.

Hasan mengangguk, kemudian ia meninggalkan pemakaman. Belum sempat ia di luar lokasi pemakaman, terbersit keinginannya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan kenazah ibunya.

Sedetik kemudian ia menengok ke belakang. Betapa pucat wajah Hasan, melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu menyelimuti seluruh tubuh ibunya. Belum habis rasa herannya, sedetik kemudian dari arah yang berlawanan, api menerpa wajah Hasan. Hasan ketakutan. Dengan langkah seribu, ia pun bergegas meninggalkan tempat itu.

Demikian yang diceritakan Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku, bahwa separuh wajahnya yang tertampar api itu kini berbekas kehitaman karena terbakar. Ulama itu mendengarkan dengan seksama semua cerita yang diungkapkan Hasan. Ia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengan khusyuk dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh ibunya. Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepada Hasan, apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu.

Ulama itu meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan ijin Allah akan hilang. Benar saja, tak berapa lama kemudian Hasan kembali mengabari ulama itu, bahwa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa, semakin hari bekas kehitaman hilang. Tanpa tahu apa yang telah dilakukan ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia berharap, apapun perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh ibunya, akan diampuni oleh Allah SWT.

25/05/2014

[ PUNYA MASALAH ? ini JAWABAN AL-QURAN atas MASALAH kita ]

1. KENAPA AKU DIUJI ??

QURAN MENJAWAB :

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Qs. Al-Ankabut : 2-3)

2. KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ??

QURAN MENJAWAB :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi p**a kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (Qs. Al-Baqarah : 216)

3. KENAPA UJIAN SEBERAT INI ??

QURAN MENJAWAB:

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Qs. Al-Baqarah : 286)

4. KENAPA FRUSTASI DAN TIDAK ADA HARAPAN ???

QURAN MENJAWAB :

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah p**a kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” ( Qs. Al-Imran : 139 )

5. BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ???

QURAN MENJAWAB :

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata. ” ( Qs. Al-Baqarah : 45 )

6. APA YANG AKU DAPAT ???

QURAN MENJAWAB :

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka…” (Qs. At-Taubah : 111)

7. KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ???

QURAN MENJAWAB :

“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal. ” (Qs. At-Taubah : 129)

8. AKU TAK SANGGUP !!!!

QURAN MENJAWAB :

“….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.” ( Qs. Yusuf : 12 )

Dan segudang pertanyaan lagi yang keseluruhannya pun dapat dijawab oleh Sang Pemilik Semesta Alam. Nah, cukup jelaslah bahwa Allah-lah yang memberi kita cobaan permasalahan, pastilah Allah akan menurunkan pertanyaan beserta jawabannya! Hanya Allah sandaran manusia.

Sebesar apapun masalahmu, masih ada Allah Yang Maha Besar !

==================
TULISAN ini BERMANFAAT ?
SILAHkan KLIK tombol LIKE dan SHARE/BAGIkan dibawah ini, agar jadi amal jariyah bagi kita semua, aamiin...

22/05/2014
27/02/2014

Undangan Umum.

SANTUNAN BESAR YATIM PIATU & DHUAFA AS-SYIFA YASIN SERTA TABLIGH AKBAR MAULID RASULLAH SAW 1435 H.

Hari : Sabtu 01 Maret 2014
Jam : 19.30-23.00 Wib
Tempat : Sekretariat yayasan As-Syifa Yasin Kp. Rawajulang Ds. Mekarwangi Kec. Cikaranng Barat Bekasi.

Hadiri dan santuni sebagai bentuk kasih sayang terhadap sesama dan wujud cinta kepada junjungan Alam Sayyidina Muhammad SAW.

Pembicara Insya Alloh
1. Hb. Abdulloh Al-Athos
2. Hb. Abdul Qodir Alhabsyi
3. Hb. Hasan Abdul Hadi bin Ahmad Baabud
4. Hb. Hasyim bin Ali Aljufri
5. Hb. Adnan bin Ahmad Al Munawar.
6. Hb. Fauzan bin Ali Vadaq
7. KH. M. Dudus Misbahudin
8. Ust. Muhlisin Zein SQ
9. Ust. Nur Ali.

Insya Alloh di hadiri oleh Ulama & Umaro Cikaran Barat dan sekitar.

Hormat kami

Agus Budi Yanto
0813.8019.4037.

Address

Kp. Rawajulang Rt. 05/02 Desa Mekarwangi Kec. Cikarang Barat
Kab. Bekasi
17520

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when As-Syifa YASIN Foundation posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share