IMMA UTA '45 Jakarta

IMMA UTA '45 Jakarta [email protected]" rel="ugc" target="_blank">http://[email protected] STRUKTUR SUSUNAN KEPENGURUSAN IMMA PERIODE 2013-2014

DM : 1. M.Sofyan (iyan), 2. Kamila, 3. Ibnu Feriyandi, 4. Nisa Nurdiyanti, 4.

Muchamad Munawar

Ketua : M Hasan Basri

Wakil Ketua : Fadly Destrison Jafni

Bendahara : 1.Maya Puspitasari, 2.Rahmadoni Akbar

Sekertaris : 1.Munuarty Muawiyah, 2.Tunggul Saka Aditya

Bidang Kajian : 1.Wendy Octaviansyah, 2.Dewi Maryani, 3.ita Dwi Ratna, 4.Mitha Nova Ariani, 5.Eko Sektiarso

Bidang Humas : 1.Gurun Arisastra, 2.Joko Sumartono, 3.Hadi Riyadi, 4.Ade Arqam Hidayat

Bidang Wirausaha

dan Pengembangan Bisnis Ekonomi : 1.Devi Mulyati, 2.Rohmat Awaliyah, 3.Eldwira Anggraini

Bidang Penerbit dan Komunikasi : 1.M Irvan Pramana, 2.Nurul Aini, 3.Hilwa Lutfia, 4.Kiki, 5.Yonna

06/01/2017

Memasang Kijing, Marmer, dan Atap di Atas Kubur

Di antara sikap berlebih-lebihan terhadap kubur baik terhadap kubur orang sholih atau pun lainnya adalah memasang kijing di atas kubur atau memberikan atap atau rumah di atasnya. Hal ini sudah diingatkan oleh para ulama sejak dahulu bahkan juga oleh ulama madzhab Syafi’i. Namun apa yang terjadi pada kubur para kyai, ustadz, sunan, wali atau tokoh ulama di negeri kita yang disikapi secara berlebih-lebihan dengan didirikan bangunan istimewa di atasnya. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti terlarangnya hal tersebut sejak dulu kala.

Dalil Pendukung

Beberapa dalil berikut sebagai pendukung larangan meninggikan kubur dan membuat bangunan atau rumah atau kijing (marmer) di atas kubur.

Pertama, perkataan ‘Ali bin Abi Tholib,

عَنْ أَبِى الْهَيَّاجِ الأَسَدِىِّ قَالَ قَالَ لِى عَلِىُّ بْنُ أَبِى طَالِبٍ أَلاَّ أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِى عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ لاَ تَدَعَ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ

Dari Abul Hayyaj Al Asadi, ia berkata, “‘Ali bin Abi Tholib berkata kepadaku, “Sungguh aku mengutusmu dengan sesuatu yang Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah mengutusku dengan perintah tersebut. Yaitu jangan engkau biarkan patung (gambar) melainkan engkau musnahkan dan jangan biarkan kubur tinggi dari tanah melainkan engkau ratakan.” (HR. Muslim no. 969).

Syaikh Musthofa Al Bugho -pakar Syafi’i saat ini- mengatakan, “Boleh kubur dinaikkan sedikit satu jengkal supaya membedakan dengan tanah, sehingga lebih dihormati dan mudah diziarahi.” (At Tadzhib, hal. 95). Hal ini juga dikatakan oleh penulis Kifayatul Akhyar, hal. 214.

Kedua, dari Jabir, ia berkata,

عَنْ جَابِرٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

Dari Jabir, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memberi semen pada kubur, duduk di atas kubur dan memberi bangunan di atas kubur.” (HR. Muslim no. 970).

Perhatikan Perkataan Ulama Madzhab Syafi’i

Matan yang cukup terkenal di kalangan Syafi’iyah yaitu matan Abi Syuja’ (matan Taqrib) disebutkan di dalamnya,

ويسطح القبر ولا يبني عليه ولا يجصص

“Kubur itu mesti diratakan, kubur tidak boleh dibangun bangunan di atasnya dan tidak boleh kubur tersebut diberi kapur (semen).” (Mukhtashor Abi Syuja’, hal. 83 dan At Tadzhib, hal. 94).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang sesuai ajaran Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– kubur itu tidak ditinggikan dari atas tanah, yang dibolehkan hanyalah meninggikan satu jengkal dan hampir dilihat rata dengan tanah. Inilah pendapat dalam madzbab Syafi’i dan yang sepahaman dengannya.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 35).

Imam Nawawi di tempat lain mengatakan, “Terlarang memberikan semen pada kubur, dilarang mendirikan bangunan di atasnya dan haram duduk di atas kubur. Inilah pendapat ulama Syafi’i dan mayoritas ulama.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 37).

Taqiyyuddin Abu Bakr Muhammad Al Hishni Al Husaini Ad Dimasyqi, penulis Kifayatul Akhyar berkata, “Kubur boleh dinaikan satu jengkal saja supaya dikenali itu kubur dan mudah diziarahi, juga agar lebih dihormati oleh peziarah.” Syaikh Taqiyuddin juga mengatakan bahwa tasthih (meratakan kubur) lebih utama daripada tasnim (meninggikannya). Lihat Kifayatul Akhyar, hal. 214.

Di halaman yang sama, Syaikh Taqiyyuddin juga berkata bahwa dilarang memberi semen pada kubur dan menulis di atasnya dan juga terlarang mendirikan bangunan di atas kubur.

Mengenai meninggikan kubur juga disinggung oleh Ibnu Daqiq Al ‘Ied ketika menyarah kitab At Taqrib. Beliau rahimahullah mengatakan, “Meratakan kubur dengan tanah lebih afdhol daripada meninggikannuya karena demikianlah yang ada pada kubur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu juga yang terlihat pada kubur para sahabat Nabi.” (Tuhfatul Labib, 1: 367).

Muhammad bin Muhammad Al Khotib, penyusun kitab Al Iqna’ mengatakan, “Dilarang mendirikan bangunan di atas kubur maksudnya adalah mendirikan qubah seperti rumah. Begitu p**a dilarang memberi semen pada kubur karena ada hadits larangan dalam Shahih Muslim.” (Al Iqna’, 1: 360).

Sehingga secara jelas yang jadi tradisi di tengah-tengah masyarakat dengan memberikan kijing pada hari ke-1000 dari kematian si mayit, mendirikan bangunan di atasnya, memberi atap bahkan menjadikannya seperti rumah, maka ini jelas-jelas terlarang dalam Islam. Bahkan hal-hal yang disebutkan tadi sebenarnya tidak bermanfaat bagi mayit. Kita tidak tahu apakah mayit butuh tempat berteduh atau penerang karena itu perihal ghoib.

Patokan seorang muslim dalam beramal bukanlah pada tradisi atau yang terlihat pada kubur wali atau sunan, namun rujukan seorang muslim dalam perihal agama selalu dikembalikan pada dalil dari Al Qur’an dan Hadits.

Hanya Allah yang memberi taufik.

Sumber : Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat

23/08/2016

4 CARA ALLAH MEMBERI REZEKI KEPADA MAKHLUKNYA

Berikut ini adalah beberapa cara Allah dalam memberikan rezeki kepada semua mahkluknya menurut Al Qur’an:

1. Tingkat rezeki pertama yang dijamin oleh Allah

“Tidak suatu binatang pun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.”(QS. Hud: 6).

Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Hal tersebut adalah rezeki dasar yang terendah.

2. Tingkat rezeki kedua yang didapat sesuai dengan apa yang diusahakan.

“Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya” (QS. An-Najm: 39).
Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Jika seseorang bekerja selama dua jam, dapatlah hasil yang dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, seseorang akan mendapat lebih banyak. Tidak pandang dia itu seorang muslim atau kafir.

3. Tingkat rezeki ketiga adalah rezeki lebih bagi orang-orang yang pandai bersyukur.

“… Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Inilah rezeki bagi orang yang disayang oleh Allah. Orang-orang yang pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah dan mendapat rezeki yang lebih banyak.

Itulah Janji Allah! Orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia, sejahtera dan tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.

4. Tingkat rezeki keempat adalah rezeki istimewa dari arah yang tidak disangka-sangka bagi orang-orang yang bertakwa dan bertawakal pada Allah SWT.

“…. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS.Ath-Thalaq:2-3)

Peringkat rezeki yang keempat ini adalah rezeki yang istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya. Rezeki ini akan Allah berikan dari arah yang tidak disangka-sangka. Mungkin pada saat seseorang berada dalam kondisi sangat sangat membutuhkan.

Sumber : Rumah Zakat

Assalamu'alaikum Akhi/Ukhti!Apa Kabar?Insya Allah Sehat Wal 'Afiat!?Semua kegiatan UKM IMMA UTA '45 JAKARTA sudah dapat ...
05/08/2016

Assalamu'alaikum Akhi/Ukhti!
Apa Kabar?
Insya Allah Sehat Wal 'Afiat!?

Semua kegiatan UKM IMMA UTA '45 JAKARTA sudah dapat dibuat video loh, yuk tonton!
Jangan lupa Like & Subscribenya yah!

Terima Kasih. :)
https://youtu.be/xoiJ9Yhy-_E

Assalamu'alaikum Akhi/Ukhti! Apa Kabar? Insya Allah Sehat Wal 'Afiat!? Semua kegiatan UKM IMMA UTA '45 JAKARTA sudah dapat dibuat video loh, yuk tonton! Jang...

[ON AIR] Trans7
18/06/2016

[ON AIR] Trans7

Untuk Berlangganan klik http://goo.gl/iubo8y 7 peristiwa pertanda kiamat - on the spot 7 peristiwa pertanda kiamat - on the spot trans 7 terbaru Dari Hudzaif...

[GAMBARAN KIAMAT KUBRA]
18/06/2016

[GAMBARAN KIAMAT KUBRA]

Kiamat.kubro

[Kajian Akhir Zaman]Al-Malhamah Al-Kubra, oleh: Abu Fatiah Al-Adnani.(Beliau adalah penulis buku "Best Seller" tentang a...
18/06/2016

[Kajian Akhir Zaman]
Al-Malhamah Al-Kubra, oleh: Abu Fatiah Al-Adnani.
(Beliau adalah penulis buku "Best Seller" tentang akhir zaman, salah satunya "Negeri-Negeri Akhir Zaman", "400 Hadits Akhir Zaman", dsb.) Semoga Bermanfaat! :)

AL-MALHAMAH AL-KUBRA, sebuah kajian ilmiah berdasar dalil-dalil syar’i dan fakta-fakta lapangan terkini.

Address

Jalan Sunter Permai Raya, Tj. Priok, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota
Jakarta
14350

Opening Hours

Monday 03:00 - 22:00
Tuesday 03:00 - 22:00
Wednesday 03:00 - 22:00
Thursday 03:00 - 22:00
Friday 03:00 - 22:00
Saturday 03:00 - 22:00
Sunday 03:00 - 22:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IMMA UTA '45 Jakarta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to IMMA UTA '45 Jakarta:

Share