23/11/2020
.indonesia
---
Renungan kopi pagi
INGSUN
Nunggang Rasa ngener ing panggayuh
lunging gadung mrambat krambil gading
gegondel witing rasa pangrasa
nyancang jadi wasanane
Mbrebes mili banyu saking langit
tibeng kedung lumembak ing pangkon
anut nyemplung lelakon ngaurip
cumemplung rasa atiku
Candrane wong nglangi
ing tlaga nirmala
candrane kumambang
ing sendang sumala
Solan-salin slagane manungsa
empan papan sasolah bawane
esuk sore rina sawengine
ajur-ajer njing
Tan lyan gegondelan
Tarlen mung wit krambil gading
Lur, ini permenungan tentang perjalanan hidup dalam mencari kesejatian, meraih impian dan cita2 di dunia ini. Manusia akan tercapai impiannya jika selalu berpegangan pada tali kesadaran hidup itu sendiri.
Kita hidup memang harus sepenuhnya atas kesadaran diri. Melakukannya sesuai kapasitas diri kita sendiri. Sehingga apa yang kita lakukan selalu dalam keadaan sadar sepenuhnya pada hidup.
Kita hidup di dunia ini seperti orang yang berenang di sebuah danau yg suci. Dunia ini suci, sehingga yg terlahir di dalamnya suci. Hidup ini suci. Kesadaran kitalah yang harus menjaga kesucian yang hidup itu, agar kita tidak kecemplung dalam danau kehidupan yang kotor. Lantas siapa yang mengotorinya?
Kita, manusia lah yang kadang tenggelam dalam zaman edan. Sehingga terkadang kita melepaskan wajah kemanusiaan kita pada suatu peran yg luput dari kesadaran. Idealisme kita tanggalkan demi sebuah topeng meraih tujuan di zaman edan.
Di zaman edan, orang yang salah semakin sombong, pongah dan takabur, karena banyak pendukungnya, sementara orang yg benar terdiam tak bisa melakukan apa2. Kepingin ikut2an edan tidak sampai hati tetapi tidak ikut edan gak bakal kebagian apa2.
Inilah zaman edan. Manusia tidak memiliki sandaran hidup. Tidak memiliki cahaya penerang jalan. Tidak ada panduan hidup. Sehingga hidupnya jadi gak karuan. Untuk itu manusia harus kembali kepada nyanyian jiwa. Kembali pada suara Ilahi yang muncul dalam qolbu yg suci.
Selamat malam, Lur. Besok dah kerja lagi ya hari senin.
Salam sebat.
____
Sumber video tertera.
Syair lagu: