02/03/2021
Today video from
----
Malam ini kita bahas sejarah Jalan Raya Puncak.
Jalan raya di Puncak digagas Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, Herman Willem Daendels (1808-1811) yaitu Grotepost weg atau Jalan Raya Pos. Membentang di sepanjang utara Pulau Jawa menghubungkan Anyer (Banten) dengan Panarukan (Jawa Timur). Dan dibangun untuk memudahkan transportasi, pengiriman surat dan mempertahankan Jawa dari serbuan Inggris.
Pembangunan jalan raya pos yang dimulai dari Anyer, Jakarta, lalu ke masuk ke Bogor melalui Jalan Jakarta / Bataviascheweg dan Jalan Perniagaan (Handelstraa) pada awalnya tidak menemukan kendala yang berarti. Namun ketika memasuki kawasan Gadok, Cisarua, Puncak, Cianjur, Bandung, Sumedang hingga Cirebon banyak terkendala oleh pebukitan dan pegunungan yang terjal.
Pemerintah Hindia belanda kemudian mengutus Kolonel Von Lutzouw dari tentara kerajaan Belanda untuk memimpin proyek pembangunan jalan. Serta menyediakan upah hingga 30.000 ringgit di luar beras dan garam sebagai bahan persediaan makanan untuk pekerja.
Saat membuka lahan di kawasan Puncak, para pekerja mendapatkan upah yang paling besar yaitu 10 ringgit / bulan (upah di jalan lain hanya berkisar 1 ringgit s/d 6 ringgit per bulan).
Pembangunan jalan raya di kawasan Puncak adalah yang paling sulit, 400 orang pekerja dikerahkan untuk membuka dan meratakan lahan yang sebagian besar didatangkan dari Jawa. Beratnya medan tersebut adalah karena keberadaan Gunung Megamendoeng yang berketinggian 1880 mdpl.
Sebelum jalan raya puncak dibangun, perjalanan menuju Cipanas dari Batavia memakan waktu hingga delapan hari. Setelah pembangunan selesai, perjalanan tersebut bisa dilalui dalam waktu kurang dari satu hari. Namun begitu, Walter Kinloch (1853) mencatat bahwa jalan di Cisarua saat itu masih sangat terjal, sehingga mereka akan membutuhkan bantuan beberapa ekor kerbau untuk menarik kereta kuda.
sumber data : https://www.sejarahbogor.com/2018/09/jalan-raya-puncak-sejarah-kelam-jalan.html?m=1
Video courtes of youtube