31/10/2015
PANGLIMA VIKING PERSIB AKAN DI FILMKAN
likena hela dulur
Kisah hidup Panglima Viking Persib Club (VPC), Ayi Beutik akan diadaptasi dalam bentuk film layar lebar yang digarap oleh rumah produksi Arena Kreatif Bandung. Rencananya film mulai diproduksi tahun depan dan akan disutradarai Selamet Budiono.
Wakil Pimpinan Produksi, Fajar Suryasutari mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap persiapan termasuk mencari dana produksi film serta fokus membuat naskah. Pihaknya juga mengaku belum mempunyai judul pasti. Namun secara garis besar film tersebut akan berkisah sosok Ayi Beutik yang membawa pengaruh besar buat suporter dan PERSIB.
“Persiapan film ini sudah satu tahun, pendanaan masih jadi kendala, karena kita kerja pake otak dan otot. Mudah-mudahan kedepan ada pendanaan. Kalau ide awalnya, wacana tiga tahun lalu kita mau buat film tentang PERSIB. Kita diskusi dengan teman-teman dari Viking juga dan sepakat akhinya mengangkat sosok almarhum,” kata Fajar di Stadion PERSIB, Sabtu (31/10/2015).
Fajar menjelaskan alasan memilih sosok Ayi Beutik, karena semua mengetahui PERSIB, tapi mungkin ada yang belum mengenal sosok di balik nama besar PERSIB dan luar biasa dukungan bobotoh. Pihaknya mengapresiasi perjuangan Ayi Beutik yang dinilai sukses mengharumkan PERSIB dan Viking sebagai salah satu suporter PERSIB.
Melihat sosok Ayi Beutik yang kental dengan PERSIB, Fajar tidak khawatir filmnya dicap hanya untuk segmen tertentu. Baginya, film ini lebih pada kisah inspiratif dan semangat dalam memajukan sepakbola Indonesia yang saat ini belum stabil.
“Data yang kita punya tahun 2012 bobotoh ada sekitar 2 juta lebih. Kita ingin angkat sosok mang Ayi karena sebagai bentuk apresiasi perjuangan almarhum yang mengharumkan dan perjuangan PERSIB dan Viking juga. Kita lebih ingin memberikan pesan sepakbola saat ini. Sepakbola yang ingin maju. Sosok mang Ayi punya loyalitas tinggi,” ucapnya
Keluagra Ayi Beutik pun menurutnya menyambut positif film ini, bahkan naskah yang sedang dibuat selalu dikonsultasikan dengan pihak keluarga guna keaslian data. “Target kita satu tahun produksi, mudah-mudahan tahun yang sama sudah selesai, karena SDM sudah siap, hanya memang dana yang masih berjuang,” ucapnya. ***
"VCR"