Keputrian UKM-F IBROH

Keputrian UKM-F IBROH Keputrian UKM-F IBROH merupakan salah satu bidang dari Unit Kerja Mahasiswa Fakultas Ikatan Bina Rohani (UKM-F IBROH) IAIN RADEN INTAN LAMPUNG

30/11/2016

Ancaman Bagi Yang Lalai Dari Birrul Walidain
Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: "Barangsiapa yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup atau salah satunya, lalu setelah itu ketika wafat ia masuk neraka, maka Allah akan mas**an ia lebih dalam lagi ke dalam neraka"

Dicatat oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (4/344),

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، قَالَ : سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى ، عَنْ أُبَيِّ بْنِ مَالِكٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : ” مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا ، ثُمَّ دَخَلَ النَّارَ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ وَأَسْحَقَهُ “

Muhammad bin Ja’far menuturkan kepadaku, Syu’bah menuturkan kepadaku, ia berkata, Qatadah menyampaikan hadits dari Zurarah bin Aufa, dari Abu Ibni Malik dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:

“Barangsiapa yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup atau salah satunya, lalu setelah itu ternyata ia masuk neraka, maka Allah akan mas**an ia lebih dalam lagi ke dalam neraka”
Derajat hadits

Sanad hadits ini shahih, semua perawinya tsiqah. Dan semuanya merupakan perawi Shahihain kecuali Abu Ibni Malik, namun beliau adalah seorang shahabat Nabi, dan sahabat Nabi itu semuanya adil. Abu Hatim Ar Razi berkata tentang beliau: “lahu shahbah“. Syaikh Al Albani mengatakan: “ia seorang sahabat Nabi, termasuk penduduk Bashrah”. Para ulama memang memperselisihkan nama beliau, dalam sebagian riwayat disebut namanya Abu Ibni Malik, dalam sebagian riwayat lain disebut namanya Malik, atau Ibnu Malik atau Abu Malik (diringkas dari Silsilah Ahadits Shahihah, 2/42-43).
Faidah Hadits

Birrul walidain atau berbakti kepada orang tua hukumnya wajib. Karena jika ditinggalkan Allah mengancam pelakunya dengan ancaman yang keras, yaitu dimas**an ke neraka yang lebih dalam lagi. Selain itu banyak sekali dalil yang memerintahkan untuk birrul walidain, Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (QS. Al Isra: 23)
Oleh karena itu bagi seorang muslim, berbuat baik dan berbakti kepada orang tua bukan sekedar memenuhi tuntunan norma susila dan norma kesopanan, namun juga memenuhi norma agama, atau dengan kata lain dalam rangka menaati perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam
Hadits di atas, semakna dengan hadits riwayat Muslim, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

رغمَ أنفُ ، ثم رغم أنفُ ، ثم رغم أنفُ قيل : من ؟ يا رسولَ اللهِ ! قال : من أدرك أبويه عند الكبرِ ، أحدَّهما أو كليهما فلم يَدْخلِ الجنةَ

“Kehinaan, kehinaan, kehinaan“. Para sahabat bertanya: “siapa wahai Rasulullah?”. Nabi menjawab: “Orang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup ketika mereka sudah tua, baik salah satuya atau keduanya, namun orang tadi tidak masuk surga” (HR. Muslim 2551)
An Nawawi menjelaskan hadits Muslim ini: “Para ahli bahasa mengatakan bahwa raghima anfun maknanya kehinaan dan kenistaan, kemurkaan baginya dan ia pantas dipermalukan, yaitu dengan huruf ghain di fathah atau di-kasrah, huruf ra di-dhammah atau di-fathah atau di-kasrah. Kata ini makna aslinya: ‘dilempar hidungnya dengan righam’. Righam adalah pasir yang bercampur dengan kerikil. Sebagian ahli bahasa juga mengatakan bahwa ar ragham adalah segala sesuatu yang mengganggu jika mengenai hidung. Dalam hadits ini adalah anjuran untuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua), dan penjelasan tentang betapa besar pahalanya. Artinya, berbakti kepada kedua orang tua ketika mereka sudah tua, dalam bentuk khidmah (bantuan fisik), atau nafkah, atau dalam bentuk lain, merupakan sebab untuk masuk surga. Barangsiapa yang lalai terhadap hal ini maka ia melewatkan kesempatan masuk surga dan ia juga mendapat kehinaan di sisi Allah” (Syarh Shahih Muslim, 1/85).
Hadits ini juga menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah ladang pahala yang besar dan pintu masuk surga. Bahkan ada pintu di surga bagi orang-orang yang berbakti kepada orang tua. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه

“Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian” (HR. Tirmidzi, ia berkata: “hadits ini shahih”).
Bentuk durhaka kepada orang tua itu tidak mesti berupa perbuatan jahat, kasar atau kejam kepada orang tua, namun menyia-nyiakan mereka dan tidak berbakti kepada mereka juga merupakan bentuk durhaka kepada orang tua.
Bisa mendapati kedua orang tua kita dalam keadaan hidup sampai mereka tua adalah sebuah kenikmatan besar.

assalamualaykum wr wbhayo. ada yang tau tidak 25 november itu hari apa ?yupz. betul sekali. 25 november adalah hari guru...
22/11/2016

assalamualaykum wr wb

hayo. ada yang tau tidak 25 november itu hari apa ?
yupz. betul sekali. 25 november adalah hari guru nasional. oleh sebab itu, dalam rangka turut menyemarakkan hari guru nasional UKMF IBROH present "METRO (Moment Terindah dari IBROH) AKBAR" dengan rangkaian agenda "tebar bunga +-500 tangkai bunga & sticker"

yuk, catat waktu & tempat pelaksanaannya ya. jangan lupa dresscodenya jilbab day (jilbab putih setiap hari jumat)

present by : Keputrian UKMF IBROH FTK

assalamualaykum wr wbKAIRO (Kajian Akhwat dari IBROH) hadir kembali dengan tema "Nikmatnya Menjaga Mata" yang akan disam...
22/11/2016

assalamualaykum wr wb
KAIRO (Kajian Akhwat dari IBROH) hadir kembali dengan tema "Nikmatnya Menjaga Mata" yang akan disampaikan oleh Riska Fajar Liana

"wah, mau ikut d**g ? caranya gimana ?"

"gampang kok. cukup catat waktu & tempat pelaksanaanya.
hadir pada pelaksanaan agenda. dan ajak semua sahabat kamu buat hadir dalam agenda ini."

"emang boleh ngajak banyak orang ?"

"boleh d**g, pake banget malahan.dengan syarat yang diajak itu muslimah."

"wah. bayar berapa ? akhir bulan nih, dompetnya nipis."

"eits. jangan sedih. agenda ini only Rp.0 = GRATIS. jadi ayo hadiri agenda ini. dan insyaAllah full manfaat"

(Bidadari Tercantik di Surga)Ainul Mardhiah adalah seorang bidadari yang paling cantik di surga yang Alloh ciptakan untu...
21/11/2016

(Bidadari Tercantik di Surga)

Ainul Mardhiah adalah seorang bidadari yang paling cantik di surga yang Alloh ciptakan untuk sesiapa yang mati syahid berjuang di jalan Alloh. Secara bahasa Ainul Mardhiah berarti mata yang diridhai. Atau setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan di hati.
Kisah Ainul Mardhiah diceriterakan dalam Hadits Nabi riwayat Tirmidzi yang dalam bahasa saya seperti ini:
Ketika pagi hari di bulan Ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (semangat untuk berjihad) kepada pas**an Islam. Nabi pun bersabda, "Sesungguhnya orang yang mati syahid karena berjihad di jalan Alloh, maka Alloh akan menganugerahkannya Ainul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga". Salah satu sahabat yang masih muda yang mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun, karena malu kepada Nabi dan sahabat-sahabat lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardhiah.

Waktu Zuhur sebentar lagi, sesuai sunah Rasul, para sahabat dipersilakan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi.
Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sangat indah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Ia pun bertanya kepada wanita tersebut, "Di manakah ini?".
"Inilah surga.", jawab wanita itu.
Kemudian sahabat ini bertanya lagi, "Apakah Anda Ainul Mardhiah?".
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang berada di bawah pohon yang rindang itu."

Didapatinya oleh sahabat itu seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang ia lihat.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan saya ini penjaganya. Kalau Anda ingin bertemunya di sanalah singgasananya."

Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailah ke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelap perhiasan. Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya.

"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini. Jika Anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu."

Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu. Pemuda itu pun bertanya.

"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Ya, benar saya Ainul Mardhiah"

Pemuda itu pun mendekat, tetapi Ainul Mardhiah menghindar dan berkata, "Anda bukan seorang yang mati syahid."

Seketika itu juga pemuda itu terbangun dari mimpinya. Dia pun menceritakan ceritanya ini kepada seorang sahabat kepercayaannya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid.
Komando jihad pun menggelora. Sahabat ini pun dengan semangatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiah. Ia pun akhirnya mati syahid.

Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi. Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, "Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah".

assalamualaykum wr wbKAIRO (kajian Akhwat dari IBROH) hadir kembali.yuk, ke KAIRO bersama UKMF IBROH secara GRATISSS.eit...
15/11/2016

assalamualaykum wr wb
KAIRO (kajian Akhwat dari IBROH) hadir kembali.
yuk, ke KAIRO bersama UKMF IBROH secara GRATISSS.
eittsss, agenda ini ONLY MUSLIMAH loh ya
catat waktu & tempat pelaksanaanya
insyaAllah full manfaat. . . .

Present by Keputrian UKMF IBROH

Menjaga pandangan mata dari memandang hal-hal yang diharamkan oleh Allah merupakan akhlak yang mulia, bahkan Rasulullah ...
12/11/2016

Menjaga pandangan mata dari memandang hal-hal yang diharamkan oleh Allah merupakan akhlak yang mulia, bahkan Rasulullah r menjamin masuk surga bagi orang-orang yang salah satu dari sifat-sifat mereka dalah menjaga pandangan.
Abu Umamah berkata,”Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اُكْفُلُوا لِي بِسِتٍ أَكْفُلْ لَكُمْ بِالْجَنَّةِ, إِذَا حَدَّثَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَكْذِبْ, وَ إِذَا اؤْتُمِنَ فَلاَ يَخُنْ, وَ إِذَا وَعَدَ فَلاَ يُخْلِفْ, غُضُّوْا أَبْصَارَكُمْ, وَكُفُّوْا أَيْدِيَكُمْ, وَاحْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ
“Berilah jaminan padaku enam perkara, maka aku jamin bagi kalian surga. Jika salah seorang kalian berkata maka janganlah berdusta, dan jika diberi amanah janganlah berkhianat, dan jika dia berjanji janganlah menyelisihinya, dan tundukkanlah pandangan kalian, cegahlah tangan-tangan kalian (dari menyakiti orang lain), dan jagalah kemaluan kalian.”[2]

Bahkan orang jahiliyahpun mengetahui bahwa menjaga pandangan adalah akhlak yang mulia. Berkata ‘Antarah bin Syaddad seorang penyair di zaman jahiliyah:
وَأَغُضُّ طَرْفِي مَا بَادَتْ لِي جَارَتِي حَتَّى يُوَارِيَ جَارَتِي مَأْوَاهَا
“Dan akupun terus menundukkan pandanganku tatkala tampak istri tetanggaku sampai masuklah dia ke rumahnya”[3]
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdilmuhsin Al-‘Abbad –Hafidzohumulloh- berkata,”Inilah salah satu akhlak mulia yang dipraktekkan oleh orang pada zaman jahiliyah, namun yang sangat memprihatinkan justru kaum muslimin di zaman sekarang meninggalkannya.”

jangan lewatkan persembahan spesial UKMF IBROH di hari pahlawan
07/11/2016

jangan lewatkan persembahan spesial UKMF IBROH di hari pahlawan

assalamu'alaykum wr wbundangan spesial teruntukmu . . . .kita 'keliling dunia'bersama UKMF IBROH yuk catat waktu & tempa...
13/10/2016

assalamu'alaykum wr wb
undangan spesial teruntukmu . . . .
kita 'keliling dunia'bersama UKMF IBROH yuk
catat waktu & tempat pelaksanaanya ya:
1. METRO (Moment Terindah dari IBROH)
"Tebar Bunga" edisi 'Hari Perdamaian Dunia
hari, tanggal: jumat, 28-Okt-2016
pukul: 08.00 sd selesai

dresscode jilbab PUTIH (Jilbab Day)
2. FRANCE (Festival Raya Akhwat & Charity Event)
, 29 Okt 2016
" Rangkain lomba yang menarik, diantaranya Menulis puisi dan Cerpen Islami, Hasta karya, Rengking 1, Pidato 2 bahasa, dan yang terakhir lomba desain busana Muslim"
ayo buruan daftarkan dirimu hadiahnya cukup menarik dan yang pasti bermanfaat
Stand pendftaran@SampingFakultasDakwah

INFO terakhir JANGAN LUPA IKUT
3. "SMART"(Seminar Marketing Product)
Minggu, 30 Okt 2016
dengan Pemateri yang Ahli di bidangnya Pasti bikin kamu tambah Smart

tuh kan, jangan sampai gak ikutan ya.
insyaAllah, full manfaat
*Luruskan Niat Satukan Langkah Eratkan Ukhuwah*
*Satu Hati Bangun Negeri*
# UKMF_IBROH
# UKM_BAPINDA

A.M.A.N.A.HAda orang yang terlalu menikmati kelonggaran waktu. Ada orang yang terlalu sibuk menyibukkan diri.Ada orang y...
04/10/2016

A.M.A.N.A.H

Ada orang yang terlalu menikmati kelonggaran waktu.
Ada orang yang terlalu sibuk menyibukkan diri.
Ada orang yang berdiam ketika kemungkaran merajalela.
Ada orang yang tertatih menegakkan yang makruf.
Ada orang yang berpeluh seorang diri
Ada juga orang yang tergores tajamnya kerikil bersama-sama

Amanah. . . . .
Ada yang merasa bangga saat mengembannya
Ada juga yang merasa kecewa karena tak bisa di rengkuhnya
Ada yang merasa congkak karena menyandangnya
Ada juga yang merasa lemah dalam memikulnya

Amanah. . . amanah . . .amanah
Bilakah kau hadir pada jiwa yang memimpikannya ?
Benarkah kau memilih bersandar di pundaknya ?

Semua ini tentangmu
Tentang kau yang membuat orang ‘terpaksa’ bertahan
Tentang kau yang membuat orang ‘terpaku’ tak berdaya
Tentang kau yang begitu lihai dalam mengubah segalanya

By: E.Y

Fatimah binti Rasulullah SAW. rha.Pada suatu ketika, Abu Bakar ra. pernah datang ke Rasulullah SAW. dan meminang Fatimah...
28/09/2016

Fatimah binti Rasulullah SAW. rha.

Pada suatu ketika, Abu Bakar ra. pernah datang ke Rasulullah SAW. dan meminang Fatimah rha. untuk dijadian sebagai istrinya. Hal itu dijawab oleh Beliau SAW. dengan halus, "Wahai Abu Bakar, tunggulah ketetapan tentang Fatimah. " Jawaban Rasulullah SAW. ini diceritakan oleh Abu Bakar. kepada Umar bin Khattab ra. Umar berkata, "itu artinya beliau menolakmu, wahai Abu Bakar." Kemudian Abu Bakar. menyarankan kepada Umar ra, "Sekarang cobalah kamu yang menanyai Rasulullah SAW. untuk meminang Fatimah". Atas anjuran tersebut, maka Umar ra. pergi menjumpai Rasulullah SAW. dan meminta kepada Beliau SAW. untuk menikahkan Fatimah rha. dengannya. Pada kali itu pun Rasulullah SAW. menjawab, "Wahai Umar, Tunggulah ketetapan tentangnya." Setelah dijawab demikian, Umar ra. menemui Abu Bakar dan menceritakan hal ini kepadanya. "Berarti ia juga telah menolakmu wahai Umar". Kata Abu Bakar ra . Selanjutnya keluarga Ali ra. telah menyarankan kepada Ali ra, "Mintalah kepada Rasulullah SAW. agar kamu dapat meminang Fatimah". Maka Ali ra. mendatangi Rasulullah SAW. untuk meminang Fatimah. Pinangan ini diterima oleh beliau dengan baik. Dan pada hari itu juga Rasulullah SAW. telah menikahkannya dengan Fatimah ra. dengan mahar beberapa pakaian bekas dan kulit domba.
Dan ketika itu, perlengkapan pengantin wanitanya antara lain adalah tempat tidur dari dedaunan kurma, bantal kulit berisi jerami, bejana kulit kecil dan kantong air dari kulit.Untuk pernikahan itu, Ali ra. telah menjual seekor unta miliknya dan sebagian barang-barangnya, sehingga terkumpul 480 dirham. Setelah terkumpul Rasulullah SAW. menyuruh Ali, "Belikaniah dua pertiga dari uang itu untuk wangi-wangian dan yang sepertiganya untuk barang-barang".
Setelah menikahi Fatimah, maka Nabi SAW. Berkata kepada Ali ra, "Carilah rumah". Maka Ali pun mencari sebuah rumah untuk tempat tinggainya bersama keluarga baru. Ia menemukan sebuah rumah yang agak jauh dari kediaman Rasulullah SAW. Karena rasa sayang Rasulullah SAW. kepada Fatimah, beliau berkata kepada Fatimah, "Aku ingin kalian pindah agar berdekatan denganku". Fatimah menjawab, "Sebaiknya ayahanda, meminta kepada Haritsa bin Nu'man untuk pindah demi aku". Rasulullah SAW. Menjawab, "Haritsa dulu pernah pindah demi kita, jadi aku enggan untuk memintanya kembali".
Hal ini telah terdengar oleh Haritsa, sehingga ia datang menemui Rasulullah SAW. Dan berkata, "Ya Rasulullah, aku telah mendengar bahwa engkau ingin agar Fatimah pindah ke dekat rumahmu. Rumah-rumahku adalah rumah Bani Najjar yang paling dekat ke rumahmu. Aku dan hartaku adalah untuk Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, Ya Rasulullah SAW. aku lebih menyukai uang yang engkau ambil dariku daripada yang tinggal". Rasulullah SAW. Berkata, "Engkau telah berkata dengan sebenarnya, semoga Allah memberkatimu". Maka Rasulullah SAW. Memindahkan Fatimah ke rumah Haritsa.
Ali dan Fatimah ra. adalah pasangan suami istri yang hidup dengan penuh kesederhanaan. Tempat tidur mereka terbuat dari kulit domba. jika mereka akan tidur, mereka harus membalikkan bulunya terlebih dahulu. Sedangkan bantainya terbuat dari kulit yang diisi jerami. Meskipun demikian, hari-hari mereka telah diisi dengan kebahagiaan. Pada suatu ketika, Fatimah berkata, "Demi Allah, aku telah menumbuk gandum sampai tanganku lecet".
Maka Ali ra. Menganjurkan kepada istrinya, agar menemui Rasulullah SAW. Untuk meminta tawanan-tawanan perang sebagai pembantu di rumahnya. Fatimah pun segera menemui Rasulullah SAW. Sesampainya di sana, banyak sahabat sedang berkumpul di sisi Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW. Bertanya , "Ada apa, wahai putriku?" Fatimah menjawab, "Aku datang untuk mengucapkan salam untukmu". Fatimah terlalu segan untuk mengutarakan maksudnya, sehingga ia kembali p**ang tanpa tertunaikan maksud kedatangannya. Sesampainya di rumah Ali bertanya, "Bagaimana hasilnya? ", Fatimah menjawab, "Aku terlalu malu untuk meminta kepada beliau". Kemudian mereka berdua datang menghadap Rasulullah SAW. Ali ra. berkata, "Ya Rasulullah SAW, Fatimah telah menimba air sampai dadanya luka. Ia telah meninju (gandum) sampai tangannya lecet. Dan Allah telah memberimu rampasan dan kekayaan, berilah kami seorang pelayan".
Namun Rasulullah SAW. menjawab, "Demi Allah, aku tidak akan memberimu pelayan, dan membiarkan ahli Shuffah menahan perutnya karena kelaparan. Aku tidak memiliki sesuatu untuk mereka, jadi aku akan menjual barang rampasan itu dan memberikannya kepada mereka. Maukah kalian kuceritakan sesuatu yang lebih baik dari yang kalian minta tadi? " Mereka menjawab, "Ya, tentu saja". Beliau berkata, "Yaitu beberapa kalimat yang diajarkan Jibril kepadaku. Ketika kalian beristirahat di tempat tidur ucapkanlah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali". Dan nasehat itu telah menjadi amalan rutin keluarga Fatimah. Ali ra. berkata, "Demi Allah, aku tidak pernah mengabaikan bacaan itu sejak Rasulullah SAW. mengajarkannya kepada kami". Ibnu Kiwa berkata kepadanya, "Bahkan pada malam perang Siffin? " Ali menjawab, "Semoga Allah murka pada kalian, wahai penduduk lrak".
Suatu ketika, Ali ra. pernah berbuat kasar kepada Fatimah rha. Lalu Fatimah rha. mengancam Ali ra, "Demi Allah, aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah SAW." Fatimah pun pergi ke Nabi SAW. dan Ali ra. mengikutinya. Sesampainya di sana, Fatimah mengeluhkan tentang kekasaran Ali ra. Nabi SAW. menyabarkannya, "Wahai putriku, dengarkanlah, pasang telinga dan pahami. Bahwa tidak ada kepandaian sedikit pun bagi wanita yang tidak membalas kasih sayang suaminya ketika dia tenang". Ali ra.berkata, "Kalau begitu aku akan menahan diri dari yang telah kulakukan". Fatimah pun berkata, "Demi Allah, aku tidak akan berbuat apapun yang tidak engkau s**ai".
Juga disebutkan dalam riwayat lain, Pernah terjadi pertengkaran antara Ali dan Fatimah. Lalu Rasulullah SAW. datang, dan Ali ra. menyediakan tempat untuk Rasulullah SAW. berbaring. Kemudian Fatimah datang dan berbaring di samping Nabi SAW. lalu Ali pun berbaring di sisi lainnya. Rasulullah SAW. mengambil tangan Ali dan meletakkannya di atas perut beliau, lalu beliau mengambil tangan Fatimah dan meletakkannya di atas perut beliau. Selanjutnya beliau mendamaikan keduanya sehingga rukun kembali, Setelah itu barulah beliau keluar. Ada orang yang melihat kejadian itu lalu berkata kepada Rasulullah SAW. "Tadi engkau masuk dalam keadaan demikian, lalu engkau keluar dalam keadaan berbahagia di wajahmu". Beliau menjawab, "Apa yang menahanku dari kebahagiaan, jika aku dapat mendamaikan kedua orang yang paling aku cintai? "
Pada suatu ketika, 'Aisyah ra. sedang duduk bersama Rasulullah SAW, kemudian datanglah Fatimah dengan gaya berjalannya yang sama dengan gaya berjalan Rasulullah SAW. Nabi SAW. menyambutnya, "Selamat datang, Putriku". Lalu Ia mendudukkan Fatimah di sampingnya dan membisikkan sesuatu kepadanya sehingga Fatimah menangis. Kemudian ia kembali membisiki lagi kepada Fatimah, dan dia tertawa. Melihat hal ini, Aisyah bertanya, "Mengapa engkau menangis lalu tertawa setelah dibisiki oleh Rasulullah SAW. Apa gerangan yang telah dibisikkan Rasulullah SAW. kepadamu?" Fatimah menjawab, "Aku tidak akan membuka rahasia beliau".
Ketika Rasulullah SAW. wafat, 'Aisyah bertanya lagi kepada Fatimah, dan ia menjawab, Rasulullah SAW. membisikiku, "Jibril selalu mendatangiku setiap tahun dan mengulangi Al-Qur'an kepadaku satu kali. Namun, pada tahun ini dia datang kepadaku dua kali dan membacakan Al-Qur'an kepadaku dua kali. Aku merasa ajalku sudah dekat. Aku penghulu terbaik bagimu". Maka aku menangis. Lalu Beliau membisikkan lagi, "Engkau orang yang paling cepat menyusuiku dari keluargaku". Maka aku tertawa karenanya.
Pada hari-hari menjelang kematiannya, Fatimah diserang sakit yang parah. Abu Bakar. pergi mengunjungi Fatimah dan meminta izin untuk masuk. Maka Ali berkata kepada istrinya, Fatimah, "Ada Abu Bakar di depan pintu. Apakah engkau mengizinkannya masuk?" Fatimah mengembalikan pertanyaan itu kepada suaminya, "Apakah engkau setuju?", "Ya" jawab Ali. Maka Abu Bakar masuk untuk mengunjunginya dan menghiburnya sehingga membuat Fatimah senang.
Dan pada saat sakitnya itu, Salma datang menengoknya. Sedangkan pada hari itu Ali ra. sedang keluar. Fatimah berkata kepada Salma, "Tuangkanlah air untuk mandiku". Maka Salma menuangkan air untuk mandi Fatimah dengan cara yang terbaik. Kemudian Fatimah berkata, "Bawakanlah bajuku yang baru". Maka Salma memberikan pakaian baru kepadanya dan dia pun mengenakannya. Kemudian Fatimah berkata lagi, "Angkatlah tempat tidurku ke tengah-tengah ruang". Salma pun memindahkannya, lalu dia berbaring menghadap kiblat. Kemudian Fatimah berkata kepada Salma, "Ibu, aku akan meninggal sekarang. Aku telah mandi, jadi jangan biarkan orang lain membuka bahuku". Salma bercerita, "Fatimah telah wafat". Kemudian Ali datang dan aku mengabarkan hal itu kepadanya. ' Ali ra. berkata, "Demi Allah, tidak seorang pun yang akan membuka bahunya". Dia mengangkat jenazah Fatimah dan menguburkannya dengan mandi itu. Riwayat lain mengatakan bahwa Fatimah rha dimandikan oleh Ali ra dan Salma setelah wafat.

Hafsah binti Umar bin KhathabBeliau adalah Hafsah putri dari Umar bin Khathab, seorang shahabat agung yang melalui peran...
26/09/2016

Hafsah binti Umar bin Khathab

Beliau adalah Hafsah putri dari Umar bin Khathab, seorang shahabat agung yang melalui perantara beliau-lah Islam memiliki wibawa. Hafshah adalah seorang wanita yang masih muda dan berparas cantik, bertaqwa dan wanita yang disegani.

Pada mulanya beliau dinikahi salah seorang shahabat yang mulia bernama Khunais bin Khudzafah bin Qais As-Sahmi Al-Quraisy yang pernah berhijrah dua kali, ikut dalam perang Badar dan perang Uhud namun setelah itu beliau wafat di negeri hijrah karena sakit yang beliau alami waktu perang Uhud. Beliau meninggalkan seorang janda yang masih muda dan bertaqwa yakni Hafshah yang ketika itu masih berumur 18 tahun.

Umar benar-benar merasakan gelisah dengan adanya keadaan putrinya yang menjanda dalam keadaan masih muda dan beliau masih merasakan kesedihan dengan wafatnya menantunya yang dia adalah seorang muhajir dan mujahid. Beliau mulai merasakan kesedihan setiap kali masuk rumah melihat putrinya dalam keadaan berduka. Setelah berfikir panjang maka Umar berkesimp**an untuk mencarikan suami untuk putrinya sehingga dia dapat bergaul dengannya dan agar kebahagiaan yang telah hilang tatkala dia menjadi seorang istri selama kurang lebih enam bulan dapat kembali.

Akhirnya pilihan Umar jatuh pada Abu Bakar Ash Shidiq radhiallaahu ‘anhu orang yang paling dicintai Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam karena Abu Bakar dengan sifat tenggang rasa dan kelembutannya dapat diharapkan membimbing Hafshah yang mewarisi watak bapaknya yakni bersemangat tinggi dan berwatak tegas. Maka segeralah Umar menemui Abu Bakar dan menceritakan perihal Hafshah berserta ujian yang menimpa dirinya yakni berstatus janda. Sedangkan ash-Shiddiq memperhatikan dengan rasa iba dan belas kasihan. Kemudian barulah Umar menawari Abu Bakar agar mau memperistri putrinya. Dalam hatinya dia tidak ragu bahwa Abu Bakar mau menerima seorang yang masih muda dan bertaqwa, putri dari seorang laki-laki yang dijadikan oleh Allah penyebab untuk menguatkan Islam. Namun ternyata Abu Bakar tidak menjawab apa-apa. Maka berpalinglah Umar dengan membawa kekecewaan hatinya yang hampir-hampir dia tidak percaya (dengan sikap Abu Bakar). Kemudian dia melangkahkan kakinya menuju rumah Utsman bin Affan yang mana ketika itu istri beliau yang bernama Ruqqayah binti Rasulullah telah wafat karena sakit yang dideritanya.

Umar menceritakan perihal putrinya kepada Utsman dan menawari agar mau menikahi putrinya, namun beliau menjawab: “Aku belum ingin menikah saat ini”. Semakin bertambahlah kesedihan Umar atas penolakan Utsman tersebut setelah ditolak oleh Abu Bakar. Dan beliau merasa malu untuk bertemu dengan salah seorang dari kedua shahabatnya tersebut padahal mereka berdua adalah kawan karibnya dan teman kepercayaannya yang faham betul tentang kedudukannya. Kemudian beliau menghadap Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan mengadukan keadaan dan sikap Abu Bakar maupun Utsman. Maka tersenyumlah Rasulllah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata:

“Hafshah akan dinikahi oleh orang yang lebih baik dari Abu Bakar dan Utsman sedangkan Ustman akan menikahi wanita yang lebih baik daripada Hafshah (yaitu putri beliau Ummu Kultsum radhiallaahu ‘anha-red)”

Wajah Umar bin Khathab berseri-seri karena kemuliaan yang agung ini yang mana belum pernah terlintas dalam angan-angannya. Hilanglah segala kesusahan hatinya, maka dengan segera dia menyampaikan kabar gembira tersebut kepada setiap orang yang dicintainya sedangkan Abu Bakar adalah orang yang pertama kali beliau temui. Maka tatkala Abu Bakar melihat Umar dalam keadaan gembira dan s**a cita maka beliau mengucapkan selamat kepada Umar dan meminta maaf kepada Umar sambil berkata “janganlah engkau marah kepadaku wahai Umar karena aku telah mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyebut-nyebut Hafshah. Hanya saja aku tidak ingin membuka rahasia Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam; seandainya beliau menolak Hafshah maka pastilah aku akan menikahinya. Maka Madinah mendapat barokah dengan indahnya pernikahan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan Hafshah binti Umar pada bulan Sya’ban tahun ketiga Hijriyah. Begitu p**a barokah dari pernikahan Utsman bin Affan dengan Ummu Kultsum binti Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam pada bulan Jumadil Akhir tahun ketiga Hijriyah juga.

Begitulah, Hafshah bergabung dengan istri-istri Rasulullah dan Ummahatul mukminin yang suci. Di dalam rumah tangga Nubuwwah ada istri selain beliau yakni Saudah dan Aisyah. Maka tatkala ada kecemburuan beliau mendekati Aisyah karena dia lebih pantas dan lebih layak untuk cemburu. Beliau senantiasa mendekati dan mengalah dengan Aisyah mengikuti pesan bapaknya (Umar) yang berkata: “Betapa kerdilnya engkau bila dibanding dengan Aisyah dan betapa kerdilnya ayahmu ini apabila dibandingkan dengan ayahnya”.

Hafshah dan Aisyah pernah menyusahkan Nabi, maka turunlah ayat :”Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah cond**g untuk menerima kebaikan dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan Nabi,maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan (begitu p**a) Jibril” (Q.S. at-Tahrim: 4).

Telah diriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah mentalak sekali untuk Hafshah tatkala Hafshah dianggap menyusahkan Nabi namun beliau rujuk kembali dengan perintah yang dibawa oleh Jibril ‘alaihissalam yang mana dia berkata:

“Dia adalah seorang wanita yang rajin shaum, rajin shalat dan dia adalah istrimu di surga”.

Hafshah pernah merasa bersalah karena menyebabkan kesusahan dan penderitaan Nabi dengan menyebarkan rahasianya namun akhirnya menjadi tenang setelah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam memaafkan beliau. Kemudian Hafshah hidup bersama Nabi dengan hubungan yang harmonis sebagai seorang istri bersama suaminya. Manakala Rasul yang mulia menghadap ar-Rafiiq al-A’la dan Khalifah dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, maka Hafshah- lah yang dipercaya diantara Ummahatul Mukminin termasuk Aisyah didalamnya, untuk menjaga mushaf Al-Qur’an yang pertama.

Hafshah radhiallaahu ‘anha mengisi hidupnya sebagai seorang ahli ibadah dan ta’at kepada Allah, rajin shaum dan juga shalat, satu-satunya orang yang dipercaya untuk menjaga keamanan dari undang-undang umat ini, dan kitabnya yang paling utama yang sebagai mukjizat yang kekal, sumber hukum yang lurus dan ‘aqidahnya yang utuh.

Ketika ayah beliau yang ketika itu adalah Amirul mukminin merasakan dekatnya ajal setelah ditikam oleh Abu Lu’lu’ah seorang Majusi pada bulan Dzulhijjah tahun 13 hijriyah, maka Hafshah adalah putri beliau yang mendapat wasiat yang beliau tinggalkan.

Hafshah wafat pada masa Mu’awiyah bin Abu Sufyan radhiallaahu ‘anhu setelah memberikan wasiat kepada saudaranya yang bernama Abdullah dengan wasiat yang diwasiatkan oleh ayahnya radhiallaahu ‘anhu. Semoga Allah meridhai beliau karena beliau telah menjaga al-Qur’an al- Karim, dan beliau adalah wanita yang disebut Jibril sebagai Shawwamah dan Qawwamah (Wanita yang rajin shaum dan shalat) dan bahwa beliau adalah istri Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam di surga.

Address

GJ 1. 1 IAIN RADEN INTAN LAMPUNG
Bandar Lampung
35131

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Keputrian UKM-F IBROH posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share