Tanpa Hutang, Hidup Tenang

Tanpa Hutang, Hidup Tenang Fans page yang membahas tentang hutang dan cara menyelesaikannya supaya terlepas dari semua jenis hutang

Hutang itu menjadikan orang yang melakukannya mempunyai tabiat-tabiat buruk, dua di antaranya:Pertama : KECANDUANKecandu...
05/03/2024

Hutang itu menjadikan orang yang melakukannya mempunyai tabiat-tabiat buruk, dua di antaranya:

Pertama : KECANDUAN

Kecanduan tidak datang alamiah, biasanya dia mulai dari skala kecil terlebih dahulu, kemudian meningkat dan meningkat sampai pada skala parah yaitu kecanduan.
Jadi, orang yang sudah candu rokok misalnya, itu dia memulai rokok dari mulai seisap, kemudian sebatang dua batang, sampai pada akhirnya berpack-pack. Begitu juga dengan kecanduan miras, narkoba, dll
Hutang juga polanya sama, bermula dari hutang (kredit) motor, lanjut kredit mobil, rumah, modal usaha, dll.
Coba kita perhatikan orang sekeliling kita, kebanyakan mereka yang sudah lunas cicilannya, itu biasanya di jual kemudian di jadikan DP untuk kredit lagi
Naudzubillah tsumma naudzubillah
Kedua : UTANG SELALU BERTAMBAH
Coba tanya orang yang punya hutang 1 M, apakah hutangnya itu dari pertama segitu? Saya jamin tidak, pasti merangkat dari jutaan sampai pada angka miliar
Begitulah hutang, dia akan selalu tumbuh layaknya orang hidup, dari sedikit, bertambah lagi, lagi dan lagi
Biasanya berawal dari punya 1 cicilan, bertambah jadi 2, kemudian tiga dst
Bagi anda yang masih di berikan kesempatan, segera rubah gaya hidup menjadi "BEBAS HUTANG" sebelum terlambat dan menyesal di kemudian hari.
Punya hutang perorangan, bank, leasing, pinjol, koperasi, dll dan bingung cara penyelesaiannya?

SILAHKAN KONSULTASI....GRATIS

HUTANG = BAN BOCORMembayar hutang itu seperti menambal ban bocor, sekeras apapun usaha kita menambah angin, atau sebanya...
02/03/2024

HUTANG = BAN BOCOR

Membayar hutang itu seperti menambal ban bocor, sekeras apapun usaha kita menambah angin, atau sebanyak apapun angin yang di masukan ke dalam ban, Kalau bannya belum di tambal maka akan sia-sia
Hal pertama yang kita lakukan adalah cari dulu letak bocornya, kalau sudah ketemu tambal dan terakhir isi angin.
Jadi kalau ada keinginan terbebas dari hutang, maka harus di urai dulu masalah-masalahnya.
Apa penyebab berhutang?
Untuk apa berhutang?
Berapa hutangnya?
Kepada siapa berhutang?
Berapa lama berhutang?
Contoh si A merasa tertekan dengan beban cicilan mobil, maka apabila dia mau segera terbebas dari beban tersebut harus di urai dulu masalahnya
Kenapa dia punya beban (hutang)? Kredit mobil
Untuk apa di gunakan? Pergi kerja
Berapa jumlahnya? 150 juta (misalnya)
Berapa lama waktunya? 3 tahun
Kepada siapa? Leasing
Setelah di urai masalahnya, ternyata faktor utama dia punya hutang adalah kredit mobil untuk keperluan kerja.
Kalau begitu, bisa gak dia pergi kerja tanpa mobil?
Kalau misal harus pake mobil, apa harus type mobil seperti itu?
Dari contoh diatas, bisa di simpulkan bahwa letak bocornya yaitu faktor gaya hidup, jadi yang harus di tambal adalah RUBAH GAYA HIDUP.
Karena kalau gaya hidupnya masih tetap seperti itu, walaupun dia kerja keras banting tulang, tidak akan pernah terbebas dari hutang, karena masalah utamanya bukan pada uang, tapi pada gaya hidup.
Ketika gaya hidupnya yang mengharuskan memakai mobil, ketika sudah lunaspun, dia akan jual kembali mobil tersebut, dan ganti mobil baru, begitu dan begitu seterusnya.
Uang itu seperti angin yang ngisi ban bocor tadi, selama bannya belum di tambal, maka dia akan terus bocor

HINDARI 2 HAL INI KALAU TIDAK MAU GALI LOBANG TUTUP LOBANG1. GENGSIYang membuat hidup terasa berat dan penuh dengan teka...
29/02/2024

HINDARI 2 HAL INI KALAU TIDAK MAU GALI LOBANG TUTUP LOBANG

1. GENGSI

Yang membuat hidup terasa berat dan penuh dengan tekanan adalah memelihara Gengsi.

Maksud gengsi di sini adalah ingin di lihat sebagai orang mampu, padahal pada hakikatnya dia tidak (belum) mampu.

Karena gengsi yang masih melekat pada dirinya, maka dia rela berHUTANG baik itu kepada perorangan ataupun kepada Lembaga keuangan seperti Bank, leasing, koperasi, dll

Maka bagi siapa saja yang masih memelihara “gengsi” dalam dirinya, sudah di pastikan kehidupan dia dalam bayang-bayang hutang

2. SPEKULASI

Berspekulasi adalah mengira-ngira tanpa dasar data yang jelas.

Biasanya pebisnis yang tidak pernah lepas dari hutang itu mereka yang biasa berspekulasi

Sebagai contoh Ketika si A yang mempunyai rumah makan di daerah “ini” yang kebetulan rumah makannya rame, dia berencana membuka cabang baru di daerah “itu”.

Tanpa riset dan perencanaan yang matang dia buka cabang baru, karena yang ada di pikirannya hanyak keuntungan semata.

Setelah buka ternyata keadaannya tidak sesuai prediksi, akhirnya dia menanggung kerugian yang luar biasa, yang menyebabkan dia harus berhutang untuk menutup kerugiannya itu, atau bahkan sebelumnya dia sudah berhutang untuk membuka rumah makan tersebut.

Maka orang yang selalu berspekulasi seperti ini bisa di pastikan dia hidup dalam bayang-bayang hutang dan hutang

Maka segera tinggalkan 2 hal tersebut yaitu gengsi dan spekulasi kalau memang benar-benar ingin lepas dari hutang

Address

Banda Aceh

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tanpa Hutang, Hidup Tenang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share